Daily Report | Cadev Maret Merosot USD9,4 Miliar

Dow Jones melemah 0,12% ke level 22.653 meskipun beberapa negara mengindikasikan penurunan kasus COVID-19. Sementara itu, BI mencatat cadev Maret 2020 senilai USD121 miliar atau penurunan USD9,4 miliar dari cadev Februari 2020.

Daily Report | IKK Maret Menurun

Dow Jones menguat 7,73% di level 22.679 karena investor fokus atas penurunan penyebaran COVID-19 di New York. Penguatan saham Boeing Co. dan American Express Co. pun menopang bursa AS. Di sisi domestik, survei konsumen BI menunjukkan penurunan optimisme atas kondisi ekonomi tercermin dari IKK Maret.

Weekly Report | Emas Masih Bersinar

Estimasi JOLTs Job Opening Maret yang lebih rendah berpotensi melemahkan the Dow Jones. Pelemahan the Dow Jones dan pesimisme atas data cadev Maret menavigasi arah IHSG pekan ini. Selain itu, pelemahan rupiah memicu perpindahan dana ke aset emas dan berdampak positif bagi ANTM. NHKSI merekomendasikan ANTM sebagai saham pilihan pekan ini yang mampu mencapai target harga Rp1.100 berdasarkan P/E trailing band 26,1x.

Daily Report | ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 2,5%

Dow Jones melemah 1,69 persen ke level 21.052 setelah data NFP Maret anjlok hingga 701.000 dan pengangguran melonjak menjadi 4,4% dari 3,5%—level tertinggi sejak Agustus 2017. Di sisi domestik, ADB memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 di level 2,5%, tergerus oleh penurunan permintaan domestik dan pelemahan sentimen bisnis & konsumen.

Daily Report | PMI Indonesia Merosot pada Maret

Dow Jones menguat 2,24% ke level 21.413 di tengah dampak negatif regulasi jaga jarak fisik untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Di sisi domestik, IHS Markit melaporkan PMI Indonesia pada Maret 2020 berada di angka 45,3.

Daily Report | Inflasi Maret Menurun

Dow Jones melemah 4,44% ke level 20.943 setelah Trump memperingatkan dua pekan “menyakitkan” pandemi corona. Sementara itu, BPS merilis inflasi Maret 2020 sebesar 0,1% yang turun dari 0,28% pada Februari.

Daily Report | Investor Menanti Data Inflasi

Dow Jones melemah 1,84% ke level 21.917 dan catatkan penurunan kuartalan terbesar sejak 1987 sedangkan S&P 500 membukukan penurunan kuartalan terdalam sejak krisis keuangan. Sementara itu, BI prediksi inflasi Maret 2020 di level 0,13% m-m atau 3% y-y, ditopang komoditas emas perhiasan dan bawang merah.

Daily Report | OJK Menggelontorkan Stimulus

The Dow Jones surged 3.19% to 22,327 due to the rally in Merck& Co (+ 7.28%) and Johnson & Johnson (+8.00%). The US government to extend the physical distancing regulation until April 2020 was a potent driver for the Dow Jones. In the domestic realm, OJK unwinds stimulus and holds accommodative policies for the pension fund to uphold financial system stability and economic growth amid the virus lethal threats.