Daily Report | Menanti Rilis Data Inflasi
Pelaku pasar mencermati rilis data inflasi Mei 2020 yang diekspektasi cukup rendah akibat kebijakan PSBB dan larangan mudik.
Pelaku pasar mencermati rilis data inflasi Mei 2020 yang diekspektasi cukup rendah akibat kebijakan PSBB dan larangan mudik.
Dow Jones ditutup melemah tipis setelah dibuka menguat pada awal perdagangan. Rencana presiden AS Donald Trump untuk menggelar konferensi pers mengenai China dan aturan baru yang mengancam media sosial seperti Facebook dan Twitter menyebabkan sedikit kekhawatiran.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah kredit yang berpotensi untuk direstrukturisasi mencapai Rp1.308 triliun yang terdiri dari 15,2 juta debitur. Jumlah tersebut terbagi dalam kredit non-UKM senilai Rp756 triliun dan kredit UKM sejumlah Rp552 triliun.
Dow Jones ditutup menguat 529,95 poin (+2,17%) ke level 24.995 yang dipicu optimisme perkembangan terbaru vaksin corona dan mulainya pembukaan ekonomi kembali secara bertahap.
CTRA menerapkan launching online guna mempertahankan kinerja penjualan. Terbukti, skema tersebut mampu menaikkan marketing sales kuartal-I sebesar 2,7%. Dengan itu kami merekomendasikan CTRA sebagai saham pilihan pekan ini dengan target harga Rp830 dengan discount to RNAV sebesar 87%.
Dow Jones ditutup melemah tipis sebesar 0,04 persen ke level 24,465 disebabkan oleh tensi AS dan Tiongkok yang memanas setelah Tiongkok memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hongkong.
Untuk mendukung upaya pemerintah dalam memitigasi dampak negatif yang ditimbulkan pandemi COVID-19, World Bank menyetujui pendanaan senilai USD700 Juta.
Penerapan kebijakan PSBB turut menekan penjualan otomotif di Indonesia baik mobil maupun sepeda motor.
Inventaris Bisnis AS pada Maret anjlok, dipicu wabah virus corona yang menghambat rantai pasokan global dan laju arus barang.