Pembukaan Ekonomi dapat Menampung Kembali Tenaga Kerja
Pembukaan kembali 9 sektor ekonomi diharapkan mampu menyerap 70 persen tenaga kerja.
Pembukaan kembali 9 sektor ekonomi diharapkan mampu menyerap 70 persen tenaga kerja.
Dow Jones ditutup melemah setelah beberapa hari membukukan kenaikan seiring mulainya rapat bulanan the Fed. Dari bursa domestik, laju IHSG melambat seiring dengan aksi profit taking yang dilakukan pelaku pasar. Potensi aksi profit taking lanjutan masih membayangi pergerakan indeks hari ini.
Rilis posisi cadangan devisa Indonesia sebesar USD130,5 miliar pada bulan Mei atau naik dari periode April 2020 sebesar USD127,9 miliar, akan tetap menjadi sentimen positif pergerakan IHSG.
Permintaan fasilitas layanan data internet masih akan terus meningkat seiring dengan terbiasanya masyarakat dalam melakukan kebiasaannya melalui internet guna mengikuti imbauan pemerintah yang menyerukan untuk social dan physical distancing. Maka dari itu, NHKSI kembali merekomendasikan TLKM untuk pekan ini dengan asumsi target harga di Rp3.800 dengan P/E di level 19,3x sampai akhir tahun 2020.
Pergerakan IHSG minggu ini akan dipengaruhi oleh keputusan OPEC+ yang memperpanjang periode penurunan produksi minyak serta rilis beberapa data ekonomi seperti cadangan devisa dan Indeks Keyakinan Konsumen.
Dow Jones menguat tipis dan S&P 500 ditutup melemah setelah data pekerja yang mengajukan klaim bantuan pemerintah sedikit di atas ekpektasi. Dari sisi domestik, pergerakan IHSG akan dibayangi aksi profit taking lanjutan seiring investor mencermati perkembangan masa transisi PSBB di Jakarta yang akan dimulai hari ini.
Kelanjutan masuknya modal asing diharapkan mampu mengantar IHSG menembus level psikologis di angka 5.000.
Dow Jones ditutup menguat signifikan seiring investor masih lebih berfokus pada pembukaan kembali ekonomi dibandingkan dengan aksi protes yang masih terjadi di berbagai negara bagian.
Salah satu poin dalam stimulus tambahan OJK adalah menurunkan batas minimum LCR dan NSFR yang bagi bank kategori BUKU III dan BUKU IV. Hal ini secara khusus akan memberikan dukungan likuiditas bagi likuiditas Bank Rakyat Indonesia. Oleh karena itu, NHKSI merekomendasikan BBRI sebagai saham pilihan pekan ini yang diproyeksikan mampu mencapai target harga Rp3.100 dengan target PBV 1,6x.