Sentimen Pemulihan Ekonomi Dorong Minat Aset Berisiko
Harga Surat Utang Negara (SUN) relatif tertekan sepekan, di tengah ekspektasi pemulihan ekonomi berkat vaksinasi.
Harga Surat Utang Negara (SUN) relatif tertekan sepekan, di tengah ekspektasi pemulihan ekonomi berkat vaksinasi.
IHSG terkoreksi sebesar 1% pada pekan lalu meskipun investor asing masih mencatatkan net buy. Keputusan pemerintah untuk memperpanjang PPKM cenderung menjadi sentimen pemberat bursa, sementara investor masih menunggu dimulainya musim rilis laporan keuangan. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 6.200-6.450.
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berencana untuk menyiapkan divestasi anak Perusahaan ke Lembaga Pengelola Investasi/Sovereign Wealth Fund (SWF).
Lelang tambahan (green shoe option) Surat Utang Negara (SUN) seri FR0086, FR0087, FR0088, FR0083, dan FR0089, berhasil mencatatkan penawaran masuk senilai total IDR 16,5 triliun.
Pasar Surat Utang Negara (SUN) ditutup mixed setelah Joe Biden resmi menjadi Presiden Amerika Serikat (AS).
Aksi profit taking dan efek Joe Biden yang mulai mereda menyebabkan IHSG mengalami koreksi tipis. Keputusan BI untuk menahan suku bunga acuan sebagian besar sudah diantisipasi oleh pelaku pasar. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.386 – 6.504.
Pemerintah AS di bawah Joe Biden berencana untuk mengembangkan Energi Terbarukan atau Energi Hijau, hal ini berbanding terbalik dengan rezim pendahulunya.
Optimisme pemerintahan AS yang baru juga berdampak positif bagi laju IHSG. Hal ini terlihat dari aksi investor asing yang masih membukukan net buy pada saham-saham berkapitalisasi besar. Untuk hari ini pelaku pasar akan mencermati rilis hasil RDG Bank Indonesia dengan proyeksi pergerakan IHSG pada rentang 6.382-6.472.
FR0087 membukukan minat senilai IDR 16,9 triliun, melampaui tenor panjang 20-tahun FR0083 yang hanya senilai IDR 11,2 triliun, pada lelang Surat Utang Negara (SUN) Selasa kemarin.