Daily Report | 23 Aug 2021

Sepanjang pekan lalu, IHSG kembali membukukan penurunan tajam sebesar 1,77%; meski investor asing masih membukukan net buy senilai Rp 1,9 triliun. Pelaku pasar global akan mencermati signal lebih lanjut dari the Federal Reserve dalam pertemuan tahunan yang dijadwalkan pekan ini. Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diproyeksikan berada pada rentang 5.950 – 6.160.

BI 7-DRRR Tahan Pasar SUN

Pasar Surat Utang Negara (SUN) ditutup mixed, dengan yield SUN benchmark FR0087 dan FR0088 masing-masing di level 6,30%, berdasarkan data Bloomberg.

Daily Report | 20 Aug 2021

Senada dengan mayoritas bursa regional, IHSG juga turut terkoreksi dalam dipicu oleh wacana tapering The Fed. Seluruh indeks sektoral ditutup di zona merah; sementara investor asing masih mencatatkan net buy senilai Rp 310 miliar. Menjelang akhir pekan, IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada rentang level yang lebih rendah di 5.950 – 6.160.

Daily Report | 19 Aug 2021

Dari bursa domestik, IHSG berhasil rebound dipimpin oleh sektor Finansial dengan penguatan 1,85%. Pelaku pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, yang diproyeksikan akan tetap menahan suku bunga acuan BI-7DRRR di level 3,5%.

Asumsi Dasar Makro 2022

Pidato Nota Keuangan dan Kejelasan PPKM. Pergerakan pasar Surat Utang Negara (SUN) awal pekan, di tengah penantian kejelasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Investor juga mencermati pidato Joko Widodo yang menggarisbawahi soal krisis hingga pandemi.

Daily Report | 18 Aug 2021

Dari berita domestik, pemberlakuan PPKM level 4 di Jawa-Bali telah diperpanjang hingga 23 Agustus 2021, meski disertai pelonggaran pada pusat perbelanjaan dan perkantoran. Pemerintah juga telah menyampaikan asumsi dasar makro 2022, dengan pertumbuhan ekonomi ditargetkan antara 5% – 5,5%. Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini berpotensi untuk rebound pada rentang 6.070 – 6.220.

Weekly Report | 16 Aug 2021

Pergerakan IHSG pekan ini berpotensi untuk dipengaruhi padatnya jadwal rilis datadata ekonomi. Pertama, rilis Neraca Perdagangan periode Juli diproyeksikan masih akan mengalami surplus USD 2,3 milyar. Sebagai catatan, Indonesia telah mencatat surplus neraca perdagangan selama 14 bulan terakhir. Kedua, investor juga akan mencermati keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan tanggal 19 Agustus 2021. Terakhir, posisi Transaksi Berjalan periode kuartal II/2021 diprediksi masih akan berada mengalami defisit, dengan survey ekonomi di level USD 732 Juta.