Daily Report | 16 Aug 2021

Sepanjang pekan lalu, IHSG terkoreksi sebesar 1,03%; di tengah aksi jual bersih investor asing senilai Rp 717 miliar. Pelaku pasar akan mencermati proyeksi ekonomi Indonesia dalam pidato Nota Keuangan 2022 oleh Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan hari ini. Secara teknikal, IHSG berpeluang menguat di awal pekan ini dengan proyeksi rentang pergerakan di 6.070 – 6.220.

Inflasi AS Moderat Tekan Pasar SUN

Inflasi Amerika Serikat (AS) bulan Juli naik 5,4% YoY, melampaui proyeksi pasar yang sebesar 5,3%. Sementara itu, inflasi bulanan sebesar 0,5% atau sesuai ekspektasi pasar. Kemarin, semua Surat Utang Negara (SUN) seri benchmark catatkan kenaikan yield, dengan tenor pendek FR0086 naik hingga 2,5 bps ke level 5,17%.

Daily Report | 13 Aug 2021

Dari bursa domestik, IHSG mampu rebound dari pelemahan di awal pekan, ditopang oleh penguatan pada 9 dari 11 sektor utama. Tekanan jual investor asing terlihat masih berlanjut di saham Bukalapak.com Tbk (BUKA); meski terlihat pula aksi beli di saham big caps seperti BBCA, UNTR, dan TLKM. Menjelang akhir pekan, IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan di 6.070 – 6.220.

Daily Report | 12 Aug 2021

Di minggu kedua Agustus, IHSG masih berada dalam tekanan dengan koreksi dipimpin oleh sektor Teknologi. Dengan minimnya sentimen positif baru dari domestik, pelaku pasar akan mencermati indikasi dimulainya kebijakan tapering dari the Federal Reserve. Secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksikan akan berada pada rentang yang lebih rendah di area 6.000 – 6.150.

Daily Report | 10 Aug 2021

Dari bursa domestik, IHSG melanjutkan koreksi dengan 9 dari 11 sektor ditutup turun, serta transaksi net sell asing mencapai Rp 670 miliar. Pelaku pasar akan mengamati dampak keputusan pemerintah untuk memperpanjang pemberlakuan PPKM Level 4 hingga 16 Agustus 2021. Hari ini, IHSG masih memiliki peluang untuk technical rebound dengan rentang pergerakan di 6.100 – 6.260.

Weekly Report | 9 Aug 2021

Memasuki pekan kedua Agustus, pergerakan IHSG berpotensi untuk digerakkan oleh sentimen dari domestik. Pertama, investor akan menunggu lebih banyak emiten melaporkan kinerja kuartal II/2021.