SUN Benchmark Mixed Jelang Rilis BI 7-DRRR
Seri FR0087 bergerak flat dengan yield di level 6,20%. Pelaku pasar menantikan rilis data suku bunga acuan BI 7-DRRR periode Oktober yang diproyeksikan tetap bertahan di level 3,50%.
Seri FR0087 bergerak flat dengan yield di level 6,20%. Pelaku pasar menantikan rilis data suku bunga acuan BI 7-DRRR periode Oktober yang diproyeksikan tetap bertahan di level 3,50%.
Secara teknikal, IHSG masih berpeluang untuk menguat terbatas dengan proyeksi rentang pergerakan di 6.600 – 6.750.
Pelaku pasar merespon positif trade balance September yang catatkan surplus USD 4,3 miliar. Angka ini lebih tinggi dari konsensus pasar USD 3,8 miliar. Di sisi lain, posisi trade balance yang surplus sepanjang tahun 2021, akan memperkokoh posisi rupiah jelang tapering off the Fed.
Dari sisi global, investor akan mencermati perkembangan krisis energi di berbagai negara; serta dampaknya terhadap harga-harga komoditas.
Memasuki pekan baru, pergerakan IHSG berpotensi untuk kembali menguji level all-time high dengan proyeksi rentang pergerakan di 6.600-6.750.
Semua Surat Utang Negara (SUN) seri benchmark ditutup menguat, dengan yield FR0086 mendekati level 5% kemarin.
IHSG kembali melanjutkan reli kenaikan menembus level 6.600. Selain saham-saham blue chips, penguatan kemarin juga didukung oleh sektor teknologi yang membukukan kenaikan sebesar 4,15%. Menjelang akhir pekan, IHSG berpotensi untuk menguji level all-time high dengan proyeksi rentang pergerakan di 6.550-6.750.
Kemarin, Surat Utang Negara (SUN) benchmark 20-tahun FR0083 catatakan penurunan yield hingga 2,3 bps. Investor kembali minati Surat Berharga Negara (SBN), ditengah sentimen negatif kekhawatiran krisis energi yang sudah merambah Amerika Serikat (AS). Hal ini, terlihat dari persediaan gas yang terbatas untuk musim dingin di AS. Di sisi lain, investor obligasi tetap mencermati perkembangan pembayaran kupon obligasi Evergrande China.
Penguatan harga pada saham-saham big caps kembali menopang kenaikan IHSG sebesar 0,78%. Emiten-emiten blue chips di sektor perbankan dan barang konsumsi mengalami penguatan signfikan di tengah aksi net buy asing senilai Rp 1,2 triliun. Untuk hari ini, indeks acuan akan mencoba untuk naik ke rentang konsolidasi yang lebih tinggi dengan proyeksi pergerakan di 6.500-6.650.