Daya Beli Masyarakat Membaik, Pasar SUN Mixed
Adapun hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin, pemerintah berhasil menyerap dana senilai IDR 8 triliun, dari penawaran masuk senilai total IDR 50,1 triliun.
Adapun hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin, pemerintah berhasil menyerap dana senilai IDR 8 triliun, dari penawaran masuk senilai total IDR 50,1 triliun.
Untuk hari ini, pergerakan indeks acuan berpotensi dibayangi aksi profit taking dengan proyeksi rentang pergerakan di 6.400 – 6.500.
Pelaku pasar merespon negatif kenaikan yield UST10Y. Kemarin, yield treasury UST10Y mencapai 1,61%, seiring investor mulai yakin bahwa the Fed akan mulai merencanakan tapering pembelian aset, meskipun data tenaga kerja minggu lalu menurun. Laporan tenaga kerja September yang dirilis pada Jumat menunjukkan payroll non-farm naik 194 ribu pada bulan lalu. Angka ini jauh di bawah perkiraan kenaikan 500 ribu di bulan September.
IHSG ditutup dengan koreksi 0,34%; meski investor asing masih membukukan beli bersih senilai Rp 903 miliar. Sektor teknologi memimpin penurunan setelah melemah cukup dalam sebesar 3,12%. Secara teknikal, IHSG berpeluang untuk kembali mengalami koreksi lanjutan dengan proyeksi rentang pergerakan di 6.400-6.500.
NHKSI Research melihat keberhasilan pemerintah menerbitkan global bond seri RI0731 (Reopening) tenor 10-tahun dan RI0961 (New Issuance) tenor 40-tahun senilai total USD 1,25 miliar, menjadi salah satu penopang kenaikan cadangan devisa (cadev) September.
Senat Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan untuk menaikkan plafon utang; sehingga cukup untuk memenuhi pembayaran kewajiban utang hingga Desember.
Sepanjang pekan lalu, IHSG membukukan penguatan tajam sebesar 4,06%; ditopang aksi net buy asing sebesar Rp 10,67 triliun.
Pergerakan IHSG pekan ini berpotensi untuk dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi. Investor akan kembali mencermati pergerakan harga komoditas dunia yang dapat menjadi penggerak bagi emiten-emiten di sektor Batubara, CPO, dan Energi (Minyak & Gas).
IHSG ditutup cenderung stagnan setelah menguat cukup signifikan sejak akhir September lalu. Pergerakan bursa ditopang oleh saham-saham big caps di sektor konsumer; sementara sektor energi mulai terkoreksi. Menjelang akhir pekan, IHSG diproyeksi masih melanjutkan konsolidasi pada area 6.400-6.500.