Daily Report | 7 April 2022
Sikap wait and see menunggu risalah the Fed, membuat sejumlah investor melakukan aksi profit taking kemarin.
Sikap wait and see menunggu risalah the Fed, membuat sejumlah investor melakukan aksi profit taking kemarin.
Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengatakan, bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) ini siap untuk lebih agresif dalam menangani inflasi AS, menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan resesi. Kenaikan yield dicatatkan pada seri benchmark 5-tahun, 10-tahun, dan 15-tahun. Sementara itu, yield atraktif benchmark 20-tahun, membuat investor minati seri ini. Yield FR0092 turun hampir 2 bps.
Kenaikan harga minyak ini terjadi pasca Kanselir Jerman mengatakan bahwa negara Barat akan mengumumkan sanksi terbaru terhadap Rusia. NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak upward dengan rentang kisaran 7.100 hingga 7.200.
Pelaku pasar minati FR0092 yang masih menawarkan yield tinggi hingga 7,20%. Minat investor ini, seiring sinyal resesi di pasar obligasi Amerika Serikat, di mana inversi yield US Treasury seri UST2Y dengan UST10Y kembali terbentuk untuk ketiga kalinya pekan lalu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,5% ke level 7.116 kemarin. Pelaku pasar masih mencermati sinyal resesi yang datang dari pasar obligasi pemerintah AS, serta kenaikan harga minyak mentah yang bisa memicu inflasi lebih tinggi. NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak upward hari ini, dengan rentang kisaran 7.000 hingga 7.200.
Pelaku pasar menantikan FOMC Meeting Minutes pada Kamis, setelah sebelumnya sikap the Fed yang semakin agresif meredakan inflasi, dengan mengaku siap menaikkan suku bunga acuan hingga 0,5% dalam pertemuan berikutnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali cetak rekor ke level 7.099, sebelum akhirnya ditutup di level 7.078. Pelaku pasar merespon positif data Markit, yang melaporkan indeks PMI manufaktur Indonesia bulan Maret 2022 yang tetap ekspansif, atau berada di level 51,3.
Pergerakan indeks saham global, yield US Treasury, dan harga komoditas masih menjadi sentimen penggerak pasar di awal 2Q22. NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak downward (technical correction) hari ini, dengan rentang kisaran 7.000-7.100.
Perseroan didirikan dengan nama PT Indo Boga Sukses berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Indo Boga Sukses No.6 tanggal 16 Januari 2019, yang dibuat di hadapan Tabitha Sri Jeany S.H., M.Kn., Notaris di Kota Yogyakarta.