Pasar SUN Tertekan Jelang Data Inflasi AS

Dalam perdagangan kemarin, pelaku pasar menantikan rilis data Consumer price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) periode Maret secara tahunan, yang diproyeksikan lebih tinggi 50 bps dari bulan sebelumnya. Jika ini terjadi, maka akan menjadi inflasi AS tertinggi sejak tahun 1981.

Daily Report | 12 April 2022

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sentuh level all time high 7.354, sebelum akhirnya ditutup melemah tipis 7 poin ke level 7.203. Pelaku pasar menantikan rilis data CPI AS periode Maret secara tahunan, yang diproyeksikan lebih tinggi 50 bps dari bulan sebelumnya.

Data Ekonomi Domestik Warnai Pasar Pekan Lalu

Dari sentimen eksternal, sinyal resesi di pasar obligasi Amerika Serikat (AS) kembali terjadi, dengan inversi yield pada US Treasury seri UST2Y dan UST10Y. Sementara itu, yield UST10Y sempat naik ke level 2,66% atau level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Weekly Report | 11 April 2022

Dengan perdagangan saham yang hanya akan berlangsung selama empat hari, pergerakan IHSG pekan ini berpeluang untuk kembali menguji level tertinggi baru dengan proyeksi rentang level 7.100 – 7.400.

Daily Report | 11 April 2022

Kenaikan sektor energi dan basic material, menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,2% ke level 7.210 akhir pekan.

Information of PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera (OLIV) IPO

Perseroan adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan furnitur online. Sebagai salah satu pionner di penjualan online, Perseroan diundang untuk bekerja sama dengan berbagai marketplace, salah satunya JD.ID dimana Perseroan memperoleh penghargaan sebagai toko furniture pertama di marketplace tersebut.

Daily Report | 8 April 2022

Penurunan ini dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah. NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak upward dengan kisaran 7.100-7.200.

Wait and See Jelang Risalah the Fed

Hal ini, membuat sejumlah investor melakukan aksi profit taking kemarin. Sebagian besar SUN benchmark catatkan kenaikan yield, dengan yield FR0091 di level 6,77%. Pelaku pasar juga merespon negatif berita Deutsche Bank, yaitu bank di Wall Street pertama yang memproyeksikan resesi AS terjadi pada akhir tahun 2023 atau awal 2024, karena sikap agresif the Fed.