Inversi Yield UST, SUN Benchmark Mixed
Surat Utang Negara (SUN) seri benchmark ditutup mixed, dengan yield FR0091 di level 6,73%.
Surat Utang Negara (SUN) seri benchmark ditutup mixed, dengan yield FR0091 di level 6,73%.
Lockdown di China sempat membuat harga minyak dunia turun, karena terancamnya permintaan dan konsumsi. Menjelang akhir pekan, NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak upward dengan rentang kisaran masih di sekitar level 7.000 hingga 7.100.
Yield FR0090 naik hampir 5 bps. Pergerakan pasar kemarin, juga dipengaruhi oleh Rusia dan Ukraina bersiap untuk mengadakan pembicaraan damai secara tatap muka.
Lockdown di China kembali memunculkan kekhawatiran perlambatan ekonomi, membuat harga sejumlah komoditas terkoreksi karena terancamnya permintaan dan konsumsi. NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak upward dalam kisaran 7.000 – 7.100.
Sementara itu, harga energi yang masih membayangi prospek inflasi, dan depresiasi rupiah sebesar 0,15% ke level IDR 14.363/USD, mewarnai pergerakan pasar Surat Berharga Negara (SBN) awal pekan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali sentuh level tertinggi 7.051, sebelum akhirnya ditutup di level 7.049. Harga energi yang masih membayangi prospek inflasi, dan depresiasi rupiah sebesar 0,15% ke level IDR 14.363/USD, mewarnai pergerakan IHSG awal pekan.
Adapun sentimen positif berasal dari eksternal, yaitu penurunan harga minyak lebih dari 2%, dan pertemuan para pemimpin Barat yang bersatu melawan invasi Rusia ke Ukraina.
Selain BPS, lembaga Markit juga akan mengumumkan indeks PMI Manufaktur Indonesia, yang sebelumnya tercatat pada level 51,2 untuk periode Februari 2022.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat ditutup melemah 0,7%, namun masih berada diatas level psikologis 7.000. Investor merealisasikan keuntungan, pasca hari Kamis IHSG menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah.