Company Report | Volume Meningkat di Tengah Melambatnya Kasus Covid-19
Sepanjang 1H22, MIKA membukukan penurunan pendapatan serta laba bersih masing-masing sebesar 13,3% YoY dan 14,0% YoY. Semua segmen kompak terkontraksi pada 1H22.
Sepanjang 1H22, MIKA membukukan penurunan pendapatan serta laba bersih masing-masing sebesar 13,3% YoY dan 14,0% YoY. Semua segmen kompak terkontraksi pada 1H22.
ICBP membukukan penjualan sepanjang 1H22 sebesar Rp32,6 triliun (+15,6% YoY) dengan segmen Nutrisi dan Makanan Khusus memimpin pertumbuhan sebesar 18,7% YoY.
Pada 2Q22, KLBF membukukan penjualan sebesar Rp6,9 triliun yang dipimpin oleh pertumbuhan segmen Nutrisi (+9,8% YoY). Adapun, secara kumulatif 1H22 penjualan tercatat sebesar Rp13,9 triliun (+12,2% YoY).
Sepanjang 6M22, top line HMSP tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp53,5 triliun. Kenaikan biaya produksi menyebabkan laba kotor, laba operasi, maupun laba bersih terkontraksi masing-masing 9,7% YoY, 22,8% YoY, dan 26,3% YoY.
Pendapatan CPIN sepanjang 6M22 tumbuh 12,4% YoY sementara laba bersih terkontraksi 14,7% YoY. Kenaikan harga bahan baku menyebabkan menurunnya laba di tengah meningkatnya pendapatan.
Penjualan UNVR pada 2Q22 tercatat Rp10,6 triliun (+7,4% YoY) didorong oleh kenaikan pada penjualan domestik (+7,8% YoY) menjadi Rp10,2 triliun.
Pada 1Q22, MAPI mencatatkan kenaikan kinerja penjualan sebesar 30,6% YoY serta laba bersih yang tumbuh signifikan menjadi Rp512,8 miliar.
MIKA membukukan pendapatan 1Q22 sebesar Rp1,1 triliun atau turun 9,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya (vs 1Q21: Rp1,2 triliun) didorong oleh penurunan segmen Rawat Inap dan Rawat Jalan.
Segmen Distribusi dan Logistik mencatatkan pertumbuhan 28,9% YoY pada 1Q22 sehingga mendorong kenaikan penjualan 1Q22 menjadi Rp7,0 triliun (+16,6% YoY), dan laba bersih 1Q22 tumbuh 16,5% YoY menjadi Rp834,9 miliar.