Company Report | Strong Results pada 4Q22

ICBP mencatatkan pendapatan 4Q22 sebesar Rp15,9 triliun sehingga membawa pendapatan FY22 tumbuh 14,1% YoY menjadi Rp64,8 triliun. Semua segmen pada FY22 kompak tumbuh didorong oleh tingginya volume dan ASP dengan segmen Food Seasonings memimpin pertumbuhan yaitu 17,8% YoY.

Company Report | Tingginya Biaya Bahan Baku Sebabkan Rugi di 4Q22

JPFA membukukan penjualan 4Q22 sebesar Rp12,2 triliun (-1,1% QoQ; +0,9% YoY). Laba kotor terkontraksi 26,1% YoY menjadi Rp1,5 triliun pada 4Q22 akibat meningkatnya biaya produksi (+13,5% YoY) sehingga menyebabkan GPM tercatat lebih rendah yaitu 12,6%.

Company Report | Pemulihan Kinerja Terlihat Pada 4Q22

Pada 4Q22, SIDO berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun (+25,0% QoQ; +0,6% YoY) didorong oleh peningkatan penjualan pada segmen Herbal & Suplemen (+5,6% YoY) sejalan dengan meningkatnya permintaan Tolak Angin.

Company Report | Strategi Multi-Channel Meningkatkan Kinerja di 3Q22

Penjualan MAPI tercatat Rp6,6 triliun di 3Q22 (-0,6% QoQ; +123,1% YoY) dan secara kumulatif 9M22 tumbuh 55,8% YoY didukung oleh pertumbuhan segmen Sports & Leisure, Fashion, Health & Beauty, Food & Beverage, dan Perangkat Digital. Pada 3Q22, MAPI telah membuka 91 gerai baru.

Company Report | Kinerja Semua Segmen Kompak Tumbuh 3Q22

Sepanjang 9M22, KLBF berhasil membukukan penjualan sebesar 10,9% YoY menjadi Rp21,2 triliun. Semua segmen kompak mengalami pertumbuhan dengan Segmen Distribusi dan Logistik memimpin pertumbuhan sebesar 13,8% YoY.

Company Report | Penurunan Kinerja Akibat High Base Effect

Industri Jamu Herbal dan Suplemen saat ini mengalami penurunan permintaan akibat inflasi yang tinggi sehingga melemahkan daya beli masyarakat. Hal ini terlihat pada penjualan segmen Herbal Jamu & Suplemen SIDO pada 3Q22 yang mengalami penurunan sebesar 5,5% YoY.

Company Report | Fokus Mengembangkan Vertikal Bisnis

Sepanjang 1H22, ERAA membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 9,6% YoY sementara laba bersih terkontraksi 9,1% YoY. Hampir semua segmen mengalami pertumbuhan penjualan dan hanya segmen Produk Operator yang terkontraksi 21,2% YoY.