Company Report | Kinerja Belum Sepenuhnya Optimal

Sepanjang 6M23, UNVR membukukan penjualan yang lebih rendah yaitu Rp20,3 triliun (-5,5% YoY) dan diikuti oleh laba bersih yang juga belum mampu tumbuh dengan mencatatkan penurunan sebesar 19,6% YoY menjadi Rp2,8 triliun.

Company Report | Segmen CBP Masih Menopang Pertumbuhan

INDF mengawali kinerja 1Q23 dengan mencatatkan pertumbuhan pada penjualannya sebesar 11,3% YoY. Sebagai kontributor terbesar terhadap penjualan (60,7% pada 1Q23), segmen CBP berhasil tumbuh 9,4% YoY di tengah normalisasi biaya bahan baku.

Company Report | Menunjukkan Kinerja Cemerlang

MYOR mencatatkan pertumbuhan pendapatan 1Q23 sebesar 11,4% YoY menjadi Rp8,5 triliun dipimpin oleh segmen Makanan Olahan Dalam Kemasan yang tumbuh 11,8% YoY. Kinerja cemerlang tercermin pada laba bersih 1Q23 yang juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 137,6% YoY menjadi Rp727,2 miliar.

Company Report | Tingginya Biaya Bahan Baku Masih Membebani Kinerja

Pada 1Q23, CPIN berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 1,9% YoY menjadi Rp14,6 triliun (vs 1Q22: Rp14,3 triliun). Kenaikan biaya bahan baku, akibat kenaikan harga Soybean Meal (SBM) dan Jagung, sebesar 3,5% YoY menyebabkan beban pokok penjualan meningkat 10,0% YoY pada 1Q23 dan membuat laba kotor terkontraksi 38,4% YoY menjadi Rp1,5 triliun.

Company Report | Solidnya Kinerja 1Q23

MAPI mengawali 1Q23 dengan mencatatkan kinerja yang solid, tercermin dari penjualan yang tumbuh 32,5% YoY menjadi Rp7,5 triliun. Segmen Penjualan Retail memimpin pertumbuhan penjualan 1Q23 sebesar 38,7% YoY.

Company Report | Pertumbuhan Moderat pada 1Q23

SIDO berhasil membukuan pertumbuhan pada 1Q23 baik pada Top Line maupun Bottom Line-nya. Penjualan tumbuh 3% YoY dipimpin oleh segmen Makanan dan Minuman yang tumbuh 7% YoY. Laba bersih mencatatkan kenaikan sebesar 2% YoY dan membawa NPM ke angka yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yaitu 33% (vs 4Q22: 31%).

Company Report | Kinerja Solid Pada Semua Segmen 4Q22

KLBF mencatatkan penjualan 4Q22 sebesar Rp7,8 triliun dan secara kumulatif FY22 penjualan tumbuh 10,2% YoY menjadi Rp28,9 triliun yang dipimpin oleh segmen Produk Kesehatan. Laba bersih 4Q22 tercatat Rp896,7 miliar sehingga secara kumulatif FY22 tumbuh 6,2% YoY menjadi Rp3,4 triliun.