ERAA – Average Selling Price Mengalami Kenaikan
Di tengah penurunan volume penjualan dan kenaikan ASP pada 1Q22, ERAA membukukan kinerja yang baik pada 1Q22.
Di tengah penurunan volume penjualan dan kenaikan ASP pada 1Q22, ERAA membukukan kinerja yang baik pada 1Q22.
Sepanjang 1Q22, GGRM membukukan penurunan pendapatan 1,5% YoY menjadi Rp29,3 triliun yang tertekan oleh penurunan SKM dan SKT
UNVR mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 1Q22 dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp10,8 triliun (+5,4% YoY dan +13,9% QoQ). Segmen F&R mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,2% YoY menjadi Rp3,7 triliun (vs 1Q21: Rp3,4 triliun) didorong oleh merk Royco, Bango dan Buavita.
AALI membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih 1Q22 sebesar 30,7% YoY dan 197,6% YoY. Penjualan CPO masih menjadi penopang dengan kontribusi sebesar Rp5,7 triliun. GPM mengalami penurunan akibat kenaikan biaya pupuk, sementara NPM membukukan kenaikan pada 1Q22 menjadi 7,3% (vs 1Q21: 3,2%).
SIDO mengawali 1Q22 dengan membukukan kinerja yang baik di mana pendapatan dan laba bersih masing-masing tumbuh 11,0% YoY dan 9,7% YoY. Kinerja ini ditopang oleh semua segmen yang mengalami pertumbuhan pendapatan pada 1Q22. Adapun, SIDO mengalami penurunan GPM pada segmen Makanan dan Minuman akibat kenaikan harga bahan baku.
CPIN membukukan kenaikan pendapatan pada FY21 sebesar 21,6% menjadi Rp51,7 triliun (vs FY20: Rp42,5 triliun). Beban Pokok Penjualan juga mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya harga bahan baku ditengah kenaikan harga komoditas, di mana pada FY21 tercatat sebesar Rp43,6 triliun (+27,1% YoY). Kenaikan pada harga komoditas juga turut menurunkan laba bersih CPIN FY21 menjadi Rp3,6 triliun atau turun 5,1% YoY.
MAPI mampu membalikan kinerja laba bersih FY21 menjadi positif dari FY20 yang tercatat negatif. Penjualan dari semua segmen mencatatkan pertumbuhan yang didukung oleh semua kanal, baik offline maupun online. Penjualan digital perseroan pun mampu tumbuh 48,1% YoY didorong oleh produk sport, fashion, dan gadget.
Secara kumulatif, KLBF mencatatkan penjualan FY21 sebesar Rp26,3 triliun atau tumbuh 13,6% YoY. Laba bersih FY21 tercatat sebesar Rp3,2 triliun (+16,5% YoY). OPM dan NPM mengalami kenaikan, sementara GPM tercatat turun dari tahun sebelumnya. Ke depan, KLBF terus mengembangkan platform digitalnya diantaranya EMOS, Mostrans dan KlikDokter.
ICBP mencatatkan penjualan 12M21 sebesar Rp56,8 triliun (+21,8% YoY) yang ditopang oleh penjualan domestik maupun luar negeri. Kenaikan penjualan turut berdampak pada kenaikan laba kotor dan laba operasi masing-masing sebesar 17,7% YoY dan 28,5% YoY. Namun, laba bersih 12M21 mengalami penurunan sebesar 3,0% YoY.