Weekly Report | 1 April 2024
EKSPEKTASI PIVOT THE FED & TREND INFLASI YANG SEMAKIN MELANDAI MENOPANG PERFORMANCE CEMERLANG PASAR SAHAM DI KUARTAL 1.
EKSPEKTASI PIVOT THE FED & TREND INFLASI YANG SEMAKIN MELANDAI MENOPANG PERFORMANCE CEMERLANG PASAR SAHAM DI KUARTAL 1.
Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi baru pada hari Kamis, mencatat kinerja kuartal 1 terbaik sejak 2009 didukung rally di luar sektor Teknologi, di tengah optimisme penurunan suku bunga dan data ekonomi yang mengisyaratkan soft landing pada ekonomi sepertinya bisa dicapai.
Para investor menantikan data Inflasi berikutnya serta komentar pejabat Federal Reserve untuk mencari sinyal mengenai jalur suku bunga ke depannya. Imbal hasil US Treasury yang tergelincir menjelang pidato Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang akan dirilis hari ini dan lebih banyak isyarat mengenai Inflasi.
Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, dengan Dow Jones Industrial Average memimpin kenaikan dan S&P 500 mencetak rekor penutupan, sementara para investor mencerna laporan keuangan emiten dan menantikan data Inflasi berikutnya serta komentar pejabat Federal Reserve untuk mencari sinyal mengenai jalur suku bunga ke depannya.
Investor mencerna data US Consumer Confidence yang jatuh ke level terendah sejak November, menjelang statement berikut dari Federal Reserve dan data acuan Inflasi penting di akhir pekan ini.
Bursa saham AS ditutup di teritori negatif pada perdagangan Selasa (26/03/24) dengan NASDAQ memimpin pelemahan sebesar 0.4%, seiring para investor mencerna data US Consumer Confidence yang jatuh ke level terendah sejak November, menjelang statement berikut dari Federal Reserve dan data acuan Inflasi penting di akhir pekan ini.
US Dollar juga terperosok seiring adanya resiko intervensi Yen serta imbas rally Yuan berkat dukungan pemerintah China. Setelah langkah US Federal Reserve pekan lalu yang menetapkan suku bunga tak berubah pada dan memberi sinyal adanya 3x pemotongan suku bunga tahun ini, para pelaku pasar akanĀ mengalihkan pandangan kepada data Personal Consumption Expenditures (PCE) price index yang sedianya dirilis Departemen Perdagangan (Commerce Dept.) pada hari Jumat bertepatan dengan libur Jumat Agung (Good Friday).
Ketiga indeks utama Wall Street mengakhiri sesi perdagangan Senin (25/03/24) di teritori merah, dengan DJIA menderita persentase penurunan paling parah sebesar 0.41%.
Federal Reserve Chairman Jerome Powell tidak memberikan petunjuk apa pun lagi mengenai kebijakan moneter, tetapi pasar terus menguat didukung spekulasi peluang penurunan suku bunga paling cepat pada bulan Juni naik tajam menjadi 74%, dari 56% di awal minggu ini, menurut FedWatch Tool CME.