Daily Report | 6 Mar 2026
IHSG berhasil rebound sejauh +1,76% menjadi 7710,5 dengan sektor barang konsumer primer memimpin kenaikan dan didorong oleh sentimen positif menguatkan indeks bursa global.
IHSG berhasil rebound sejauh +1,76% menjadi 7710,5 dengan sektor barang konsumer primer memimpin kenaikan dan didorong oleh sentimen positif menguatkan indeks bursa global.
ITMG reported a steep yet expected decline in FY25 net income to IDR 3.2 trillion (-49% YoY) as topline suffers (-18% YoY) due to ASP falling to USD 76/ton (-20% YoY). FY25 sales volume increased to 24.7 Mt (+3% YoY), despite missing initial guidance figures caused by soft demand from China.
BMRI membukukan laba bersih 4Q25 sebesar IDR 18.6T (+34.9% YoY & +39.8% QoQ) dengan total akumulasi laba bersih FY25 naik 0.92% YoY menjadi IDR 56.3T. Net Interest Margin (NIM) BMRI per FY25 tekontraksi ke level 4.89% (FY24: 5.15% & Quarterly Basis: 4Q24: 5.2%, 3Q25: 4.8% & 4Q25: 4.9%).
Harga minyak naik tipis di tengah perdagangan yang fluktuatif. Brent menguat ke USD 81,68 per barel dan WTI ke USD 75,07 per barel. IHSG ditutup kembali terkoreksi dibawah angka psikologis dimana turun sejauh -4.57%* menjadi 7577.1.
Saham AS ditutup di zona negatif pada Selasa, meski menjauh dari level terendah sesi, seiring meluasnya konflik di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sektor ritel turut menjadi sorotan setelah Target membukukan kinerja yang solid. IHSG ditutup kembali terkoreksi dibawah level menjadi 7939.77, dimana pasar mencerna aksi lanjutan balasan yang dilakukan oleh Iran.
AVIA menutup FY25 dengan kinerja solid, mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar +4.85% YoY menjadi IDR 1.74T didorong oleh kuatnya volume penjualan (FY24: IDR 1.66T
UNTR reported a steep 24% YoY decline in net income for FY25 (IDR 14.8 trillion vs 19.5 trillion) as top line slips by 2% (IDR 131.3 trillion vs IDR 134.4 trillion).
Harga minyak dan gas melonjak tajam pada Senin di New York, menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Sebagai balasan, Teheran memaksa penutupan sejumlah fasilitas minyak dan gas di kawasan serta mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz yang krusial.
Harga minyak melonjak lebih dari 8% ke level tertinggi dalam beberapa bulan pada hari Senin karena Iran dan Israel meningkatkan serangan di Timur Tengah, merusak kapal tanker dan mengganggu pengiriman dari wilayah penghasil utama tersebut. IHSG ditutup membentuk hammer doji dengan closing relatif flat menjadi 8235.5