Jelang Pelantikan, Prabowo Diwariskan Utang Luar Negeri oleh Jokowi Mencapai IDR 6,468 Triliun
Para investor terus mencerna petunjuk tentang suku bunga dari Federal Reserve, sehari menjelang data inflasi AS terbaru untuk bulan Sept.
Para investor terus mencerna petunjuk tentang suku bunga dari Federal Reserve, sehari menjelang data inflasi AS terbaru untuk bulan Sept.
S&P 500 dan indeks AS lainnya ditutup lebih tinggi pada hari Rabu (09/10/24) seiring para investor terus mencerna petunjuk tentang suku bunga dari Federal Reserve, sehari menjelang data inflasi AS terbaru untuk bulan Sept dan acara Tesla robotaxi.
Pasar saat ini sedang menunggu data US CPI, yang akan dirilis pada hari Kamis ini (selain FED MINUTES/Notulen Rapat Sept lalu) untuk mengetahui petunjuk selanjutnya mengenai tingkat suku bunga The Fed dan review pasar tenaga kerja yang memburuk.
Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa (08/10/24) didukung aksi beli saham Teknologi seiring para investor menunggu data Inflasi AS dan dimulainya rilis laporan keuangan kuartal 3; setelah turun sekitar 1% akibat tekanan jual pada hari Senin dari lonjakan yield US Treasury, meningkatnya ketegangan Timur Tengah, dan evaluasi ulang ekspektasi pemotongan suku bunga AS.
Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun mencapai 4%, karena investor menyesuaikan kembali pandangan mereka terhadap arah suku bunga Federal Reserve.
Indeks saham global turun pada perdagangan hari Senin (07/10/24) dan imbal hasil obligasi AS naik, dengan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun mencapai 4%, karena investor menyesuaikan kembali pandangan mereka terhadap arah suku bunga Federal Reserve.
LAPORAN PEKERJAAN AS (Sept) CONFIRM MENUNJUKKAN EKONOMI AS MASIH JAUH DARI RESESI.
Laporan NONFARM PAYROLL yang lebih kuat dari perkiraan meyakinkan para investor yang khawatir bahwa ekonomi AS masih jauh dari resesi.
Dow Jones Industrial Average membukukan rekor penutupan tertinggi pada perdagangan hari Jumat (04/10/24) dan NASDAQ berakhir dengan kenaikan lebih dari 1% didukung laporan NONFARM PAYROLL yang lebih kuat dari perkiraan meyakinkan para investor yang khawatir bahwa ekonomi AS masih jauh dari resesi.