Pelonggaran PSBB membantu pemulihan Emiten Properti
Pemberlakuan kembali PSBB Transisi diharapkan membawa dampak positif bagi emiten pengelola pusat perbelanjaan.
Pemberlakuan kembali PSBB Transisi diharapkan membawa dampak positif bagi emiten pengelola pusat perbelanjaan.
Dari pasar domestik, setelah berhasil menguat pada hari pertama pemberlakuan PSBB transisi kemarin, investor akan mencermati keputusan RDG Bank Indonesia hari ini. Namun meski bergerak ke arah trend bullish, IHSG hari ini cukup rawan terkoreksi setelah menguat selama 1 minggu terakhir. Selain itu, pelaku pasar juga akan memperhatikan open gap yang terjadi kemarin di area 5.057-5.078.
Rilisnya data-data ekonomi yang kurang menggembirakan seperti deflasi dan PMI manufaktur yang menurun turut menekan IHSG untuk kembali berada di zona merah. Sementara itu, investor asing masih melanjutkan aksi net sell selama sepekan lalu.
IHSG membukukan kenaikan sebesar 2,5% pekan lalu seiring dengan investor menyambut positif pengesahan Omnibus Law. Adapun untuk pergerakan IHSG pekan ini akan mendapat sentimen dari pelonggaran PSBB di Jakarta yang kembali ke level PSBB transisi. Selain itu investor juga akan menunggu rilis data Neraca Perdagangan dan pengumuman hasil rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Pergerakan IHSG hari ini mendapat sentimen yang kurang baik dari aksi demo UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh. Adapun kasus harian baru Covid-19 juga kembali mencatat rekor tertinggi kemarin di angka 4.850. Adapun secara teknikal, IHSG masih berpeluang untuk menguat terbatas dengan indikator MACD berada di area positif dan transaksi asing yang mulai menunjukkan posisi net buy.
Dari dalam negeri, pelaku pasar masih akan mencermati detail aturan UU Cipta Kerja utamanya mengenai perpajakan dividen serta sektor-sektor yang berpotensi diuntungkan. Adapun IHSG hari ini masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan, setelah berhasil menguat diatas level 5.000 dengan indikator MACD positif. Selain itu pergerakan IHSG kemarin juga telah menutup gap yang terjadi pada awal minggu.
Penundaan stimulus AS diperkirakan akan memberikan dampak kurang baik bagi pasar saham, termasuk di Indonesia. Adapun investor hari ini akan menunggu rilis data cadangan devisa serta perkembangan aksi demo pasca pengesahan omnibus law di beberapa daerah. Setelah kemarin ditutup sedikit di bawah level psikologis 5.000, pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk terkoreksi.
Kabar dari AS tentang Presiden Donald Trump yang akan segera meninggalkan Rumah Sakit akan berdampak baik bagi IHSG untuk dapat melanjutkan penguatan kemarin. Dari domestik, pelaku pasar akan memonitor kondisi pasca pengesahan UU Ominbus Law kemarin serta rilis data Indeks Keyakinan Konsumer (IKK).
Setelah ditutup melemah -0,39% sepanjang pekan lalu, arah pergerakan IHSG minggu ini akan banyak dipengaruhi sentimen global terutama dari Amerika Serikat. Dari dalam negeri, rilis data Indeks Keyakinan Konsumen dan posisi Cadangan Devisa pada minggu ini juga akan menjadi faktor yang dinanti oleh para investor.