Tanpa Green Shoe Option, FR0086 dan FR0087 Tutup Target Lelang SUN
Pemerintah agresif memenangkan dua seri benchmark 5-tahun dan 10-tahun tersebut, masing-masing senilai IDR 12,4 triliun pada lelang Surat Utang Negara (SUN) Selasa kemarin.
Pemerintah agresif memenangkan dua seri benchmark 5-tahun dan 10-tahun tersebut, masing-masing senilai IDR 12,4 triliun pada lelang Surat Utang Negara (SUN) Selasa kemarin.
IHSG mulai terkonsolidasi pasca membuka bulan Februari dengan kenaikan tajam. Investor terlihat kembali melakukan aksi profit taking yang ditandai dengan turunnya saham-saham lapis kedua hingga batas bawah. Secara umum, pasar masih cenderung minim sentimen baru. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.000-6.157.
Inflasi Januari yang kembali rendah, dorong minat investor pada obligasi. Hal ini karena real return, atau selisih antara tingkat inflasi dengan yield obligasi semakin melebar.
IHSG mampu menguat tajam sekaligus menghapus sebagian penurunan yang dialami pekan lalu. Rilis data PMI manufaktur yang masih berada dalam trend naik memberikan sinyal positif pemulihan ekonomi. Secara teknikal, IHSG akan mencoba untuk bertahan di atas level psikologis dengan rentang pergerakan antara 6.000 – 6.123.
Tekanan bursa saham domestik, dan kasus positif virus Covid-19 di Indonesia yang mencapai 1 juta lebih, dorong pengalihan minat investor pada instrumen safe haven seperti SUN.
Laju pergerakan IHSG dipengaruhi sentimen dari domestik seperti keputusan pemerintah untuk memperpanjang PPKM dan global seperti keputusan the Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan, rilisnya data PDB AS di kuartal IV yang tercatat tumbuh melambat. Selama sepekan lalu, IHSG masih melanjutkan pelemahannya dan ditutup di zona merah.
Pelemahan IHSG yang terjadi dalam 7 hari terakhir telah mengantar indeks acuan tersebut melemah sebesar 1,95% sepanjang bulan lalu. Pekan ini, investor berharap akan adanya katalis positif dari jadwal rilis data-data ekonomi yang djadwalkan cukup padat. Secara teknikal, IHSG akan berusaha mempertahankan area support dengan rentang pergerakan di 5.825-6.065.
Seiring dengan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia menembus angka 1 juta, IHSG mulai berbalik arah.
Kemarin, mayoritas harga Surat Utang Negara (SUN) relatif menguat, di tengah tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).