Investor Kembali Minati SUN di Tengah Resesi
Badan Pusat Statistik mencatatkan perekonomian Indonesia 1Q21 tumbuh negatif 0,96% dibandingkan kuartal sebelumnya, atau tumbuh negatif 0,74% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik mencatatkan perekonomian Indonesia 1Q21 tumbuh negatif 0,96% dibandingkan kuartal sebelumnya, atau tumbuh negatif 0,74% secara tahunan.
Dari bursa domestik, IHSG masih mampu melanjutkan kenaikan dipimpin oleh saham-saham perbankan dan pertambangan metal. Rilis GDP kuartal I/2021 yang sesuai dengan ekspektasi tidak terlihat memberikan dampak yang signifikan bagi pasar modal. Untuk hari ini, pergerakan IHSG berpotensi dibatasi oleh aksi profit taking dengan rentang di level 5.900 – 6.030.
Hasil lelang Sukuk negara mencatatkan penawaran masuk senilai IDR 19,9 triliun. Pemerintah menawarkan sebanyak enam seri SBSN yang terdiri atas 1 surat perbendaharaan negara syariah (SPN-S) dan lima project based sukuk (PBS).
Pergerakan IHSG terlihat masih berkutat pada rentang konsolidasi wajarnya. Pelaku pasar akan mencermati rilis angka GDP Indonesia untuk periode kuartal I/2021, dimana estimasi konsensus memperkirakan ekonomi masih berada dalam zona kontraksi. Secara teknikal, IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan di 5.932 – 6.030.
Investor merespon positif rilis data ekonomi domestik awal pekan. Inflasi April 2021 sebesar 0,13% MoM atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,08% MoM.
Dari bursa domestik, koreksi terhadap IHSG masih terus berlanjut memasuki bulan Mei. Naiknya angka PMI Manufaktur ke level 54,6 untuk periode April 2021; diimbangi dengan rilis data inflasi yang berada di bawah ekspektasi. Meski masih berada dalam tekanan, pergerakan IHSG hari ini memiliki peluang untuk rebound secara teknikal pada rentang 5.938 – 6.030.
Gross Domestic Product (GDP) AS mencatatkan pemulihan dari dampak Covid-19. Ekonomi AS periode 1Q21 sebesar 6,4% YoY.
Pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis data-data ekonomi domestik yang dijadwalkan cukup padat. Investor akan mencermati data PMI Manufaktur yang bulan lalu berada pada rekor tertinggi, serta pertumbuhan tingkat inflasi pada periode Ramadhan. Di hari Rabu (05/04), BPS akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I/2021, yang secara konsensus diproyeksikan terkontraksi pada kisaran -1%. Menjelang akhir pekan, pasar akan menunggu rilis Cadangan Devisa periode April 2021.
Sepanjang bulan April, pergerakan IHSG relatif stagnan dengan kenaikan tipis sebesar 0,17%. Investor akan mencermati rilis data ekonomi seperti indeks PMI Manufaktur yang mencapai titik tertinggi bulan lalu, serta perkembangan inflasi yang diharapkan meningkat di periode Ramadhan ini. Adapun pergerakan IHSG hari ini masih akan mencoba untuk keluar dari fase konsolidasi pada rentang 5.950 – 6.030.