Surplus Perdagangan Tahan Pasar SUN
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor bulan April 2021 senilai USD 18,4 miliar atau tumbuh 51,9%.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor bulan April 2021 senilai USD 18,4 miliar atau tumbuh 51,9%.
Naiknya surplus neraca perdagangan berhasil mendorong penguatan IHSG sebesar 0,64% ke level 5.797. Kenaikan dialami oleh 8 indeks sektoral yang disertai dengan menguatnya mayoritas saham-saham blue chips. Menjelang akhir pekan, indeks acuan diperkirakan akan bergerak pada rentang 5.737 – 5.896.
Sejalan dengan pergerakan indeks global, IHSG kembali tertekan di tengah masih minimnya sentimen positif baru. Pelaku pasar akan mencermati rilis data neraca perdagangan April 2021 yang diperkirakan masih akan berada pada area surplus. Untuk hari ini, IHSG berpeluang melanjutkan penurunan dengan rentang pergerakan di 5.737 – 5.839.
Semua Surat Utang Negara (SUN) seri benchmark catatkan kenaikan yield dalam kisaran 1,1 bps hingga 2,6 bps, dengan yield FR0087 naik ke level 6,46% berdasarkan data NH Korindo Sekuritas Indonesia.
Ekonomi Jepang 1Q21 kembali terkontraksi melampaui proyeksi pelaku pasar, meningkatkan kemungkinan terjadinya resesi ganda seiring adanya usaha menahan penyebaran penyakit dan mempercepat peluncuran vaksin.
IHSG berhasil ditutup secara flat meski sempat melemah menembus ke bawah 5.800. Dimulainya program vaksinasi gotong royong sedikit meredakan kekhawatiran akan naiknya angka kasus Covid-19 pasca libur lebaran. Secara teknikal, IHSG berpeluang kembali bergerak ke area positif dengan rentang level 5.817 – 5.909.
Pelaku pasar kembali mencermati kekhawatiran inflasi Amerika Serikat (AS) yang meningkat, dan memicu spekulasi the Fed akan mengurangi laju pembelian obligasi di pasar.
Dari dalam negeri, koreksi tajam IHSG kemarin berlawanan dengan mayoritas bursa regional yang berhasil menghijau. Hal ini juga diiringi dengan pelemahan nilai tukar USD/IDR, sekaligus mengakhiri rally yang terjadi selama 1 bulan terakhir. Untuk hari ini, pergerakan IHSG berpeluang mengalami rebound secara teknikal pada rentang 5.817 – 5.960.
Pekan lalu, pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara PBS026 (3,4-tahun) dan PBS003 (5,7-tahun), melalui metode private placement.