Weekly Report | 20 Sept 2021

Dari dalam negeri, Bank Indonesia diperkirakan masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif, di tengah tingkat inflasi yang masih rendah.

Daily Report | 20 Sept 2021

IHSG berhasil menguat sepanjang pekan lalu; ditopang pembelian bersih asing senilai Rp 1,48 triliun.

Data China Tekan SUN Benchmark

Pelaku pasar merespon negatif penjualan ritel China perioode Agustus yang hanya tumbuh 2,5%, serta data belanja konsumen yang jauh di bawah perkiraan pertumbuhan 7%.

Daily Report | 17 Sept 2021

Pergerakan IHSG masih berada pada fase konsolidasi di tengah minimnya sentimen positif baru. Investor cenderung berhati-hati menjelang rapat the Federal Reserve pekan depan, yang diharapkan akan memberi signal lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter. Menjelang akhir pekan, rentang pergerakan IHSG diperkirakan masih akan berkisar di area 6.050 – 6.150.

Neraca Dagang Surplus Tinggi, FR0088 at Par

Yield benchmark ditutup turun, seiring rilis data neraca perdagangan Indonesia yang naik melebihi ekspektasi pasar. Surat Utang Negara (SUN) benchmark 15-tahun FR0088 di tutup di level harga dan yield, 100,06 dan 6,24% berdasarkan data Bloomberg.

Daily Report | 16 Sept 2021

Dari bursa domestik, IHSG kembali dilanda aksi profit taking, dengan penurunan terbesar dialami sektor industri yang terkoreksi 0,9%. Rencana tapering dari the Federal Reserve serta penurunan angka kasus Covid-19 masih menjadi sentimen utama yang menyelimuti pergerakan bursa. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan kembali terkonsolidasi pada area 6.050 – 6.150.

Daily Report | 15 Sept 2021

Dari dalam negeri, IHSG berhasil mencetak rebound ditopang oleh kenaikan pada 10 dari 11 indeks sektoral. Investor mengapresiasi terus menurunnya angka kasus aktif Covid-19 serta beberapa pelonggaran dalam aturan PPKM yang ditetapkan pemerintah. Secara teknikal, IHSG masih berpeluang untuk menguat terbatas pada rentang 6.100 – 6.169.

SUN Mixed Seiring Kenaikan Indeks Dolar

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke posisi tertinggi dalam dua minggu dibandingkan dengan mata uang utama lainnya pada hari Senin, seiring ekspektasi pasar mengenai kemungkinan Federal Reserve memulai tapering stimulus meningkat. Indeks Dolar AS sempat naik 0,3% ke 92,88 pada awal perdagangan, atau level tertinggi sejak 27 Agustus. Yield Surat Utang Negara (SUN) benchmark 10- tahun FR0087 ditutup naik tipis 1,3 bps ke level 6,13%.