Daily Report | 29 Nov 2021

Senada dengan mayoritas bursa global, IHSG juga terkoreksi dalam sebesar 2,03% ke level 6.561. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan dari dampak varian Covid-19 Omicron terhadap aktivitas perekonomian global dan domestik. Mengawali pekan baru, indeks acuan diproyeksikan akan kembali mengalami tekanan pada rentang pergerakan yang lebih rendah di area 6.500-6.754.

Weekly Report | 29 Nov 2021

Memasuki awal Desember 2021, pergerakan IHSG berpotensi untuk dipengaruhi oleh rilis data-data ekonomi rutin awal bulan. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan tingkat inflasi Indonesia periode November; dimana posisi IHK berada pada level 1,66% yoy pada bulan sebelumnya. Selanjutnya, para pelaku pasar juga akan mencermati rilis data PMI Manufaktur dari lembaga IHS Markit. Pemulihan aktivitas ekonomi telah mengantarkan data PMI Manufaktur Indonesia ke level 57,2 pada Oktober 2021; sekaligus merupakan level tertinggi sejak dimulainya survei ini pada April 2011.

Daily Report | 26 Nov 2021

Menjelang akhir pekan, indeks acuan akan mencoba untuk mempertahankan trend kenaikan dengan proyeksi rentang pergerakan di 6.680-6.850.

Spekulasi Percepatan Tapering Off Tekan Pasar SUN

The Fed resmi mengumumkan kebijakan tapering off secara bertahap, yang dimulai pada akhir bulan ini. Adapun nilai quantitative easing saat ini senilai USD 120 miliar, dan jika dilakukan secara bertahap maka memerlukan waktu 8 bulan hingga menjadi nol, atau berakhir pada bulan Juni tahun 2022.

Daily Report | 25 Nov 2021

Secara teknikal, IHSG hari ini diperkirakan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat pada rentang area 6.660 – 6.754.

Digitalisasi Jadi Strategi NH Korindo Hadapi Pandemi

Transformasi digital juga dilakukan PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai strategi hadapi pandemi. Marketing Advisor PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, Yoan Jung mengatakan di era pemulihan ekonomi ini pihaknya tetap ingin memberikan yang terbaik kepada investor meski di tengah pandemi.