Daily Report | 24 Dec 2021

Perkembangan mengenai varian Omicron serta pemberian izin darurat bagi obat Covid-19 produksi Pfizer, memberikan tenaga bagi bursa saham menjelang periode natal. Menjelang akhir pekan, pergerakan indeks acuan berpotensi kembali menguat pada rentang 6.500-6.620.

Daily Report | 23 Dec 2021

IHSG masih berlanjut tertekan dengan pelemahan 0,38% kemarin ke level 6.529. Sebanyak 8 dari 11 indeks sektoral mengalami penurunan, di tengah masih cenderung minimnya katalis penggerak baru. Secara teknikal, indeks acuan berpeluang untuk menguji level support psikologis dengan proyeksi rentang pergerakan di 6.500-6.620.

Daily Report | 22 Dec 2021

IHSG mampu membukukan kenaikan tipis 0,11% ke level 6.554; dimana sektor Industrial memimpin dengan kenaikan 1,16%. Minimnya sentimen positif baru membuat investor masih cenderung bersikap wait and see memasuki periode Natal, yang umumnya identik dengan Santa Klaus Rally. Secara teknikal, IHSG berpeluang untuk kembali melanjutkan penguatan pada rentang pergerakan 6.500-6.620.

Daily Report | 21 Dec 2021

IHSG juga mengawali pekan dengan koreksi 0,83% ke level 6.547. Kekhawatiran terhadap varian Omicron yang berpotensi untuk menghambat pemulihan ekonomi, menekan sektor-sektor seperti Industrial (-1,52%) dan Konsumer Siklikal (-1,48%). Untuk hari ini, indeks acuan akan mencoba untuk bertahan di atas level psikologis 6.500.

Pasar SUN Menguat Terbatas

Surat Utang Negara (SUN) seri benchmark catatkan penurunan yield akhir pekan, di tengah sentimen negatif, pasca Pemerintah mengumumkan telah ditemukannya kasus Covid-19 varian Omicron pertama di Indonesia.

Weekly Report | 20 Dec 2021

Pergerakan IHSG pekan ini diperkirakan masih akan minim sentimen positif, dengan tidak adanya jadwal rilis data ekonomi baru di sisa tahun 2021

Daily Report | 20 Dec 2021

IHSG berhasil ditutup menguat tipis 0,11% pada Jumat lalu. Investor masih mengharapkan aksi Window Dressing akan menjadi penopang pergerakan bursa, di tengah minimnya sentimen positif baru menjelang akhir tahun 2021. Secara teknikal, indeks acuan masih berpotensi untuk menguat terbatas di awal pekan dengan proyeksi rentang pergerakan 6.550-6.661.

Daily Report | 17 Dec 2021

IHSG kembali terkoreksi sebesar 0,47%; di tengah net sell asing senilai Rp 735 miliar. Pelaku pasar mendapat sentimen negatif; pasca Pemerintah mengumumkan telah ditemukannya kasus Covid-19 varian Omicron pertama di Indonesia. Menjelang akhir pekan, indeks acuan diperkirakan akan bergerak pada rentang konsolidasi yang lebih rendah di area 6.550-6.650.