Daily Report | 3 Jan 2022
Memasuki hari pertama perdagangan di 2022, indeks acuan diperkirakan masih akan terkonsolidasi pada rentang area 6.550 – 6.620.
Memasuki hari pertama perdagangan di 2022, indeks acuan diperkirakan masih akan terkonsolidasi pada rentang area 6.550 – 6.620.
Nilai tukar rupiah melemah 0,2%, seiring kekhawatiran penambahan kasus positif varian Omicron domestik yang mencapai 68 kasus.
IHSG berpeluang untuk kembali bergerak menguat dengan proyeksi rentang pergerakan di 6.580 – 6.700.
IHSG berpotensi terkonsolidasi pasca kenaikan selama 4 hari berturut-turut, dengan proyeksi pergerakan di 6.540 – 6.620.
Untuk hari ini, indeks acuan masih berpeluang kembali bergerak menguat dengan proyeksi rentang di 6.500 – 6.620.
Perkembangan mengenai varian Omicron serta pemberian izin darurat bagi obat Covid-19 produksi Pfizer, memberikan tenaga bagi pasar keuangan menjelang periode natal.
Hingga penutupan 24 Desember 2021, performa IHSG mencatat kenaikan sebesar 9,76% secara ytd.
Meski mayoritas indeks sektoral ditutup turun, namun penguatan signifikan pada sektor Energi dan Konsumer Sikilikal mampu menjadi penopang indeks. Memasuki pekan terakhir perdagangan di 2021, pelaku pasar akan berharap aksi window kembali dressing mampu untuk menjadi pendorong pergerakan bursa.
Sentimen positif eksternal datang dari kabar bahwa obat Covid-19 produksi Pfizer, Paxlovid; telah mendapatkan izin penggunaan darurat. Lebih detail, studi menunjukkan bahwa obat berbentuk pil tersebut memiliki efektivitas hingga 89%. Hal ini memberikan harapan bahwa penanganan pandemi bakal kian membaik sekalipun di negara yang tingkat vaksinasinya rendah.