Weekly Report | 24 Jan 2022
Pelaku pasar mengantisipasi kebijakan pengetatan yang lebih agresif; seiring dengan tingginya tingkat inflasi AS yang mencapai 7% yoy pada 2021.
Pelaku pasar mengantisipasi kebijakan pengetatan yang lebih agresif; seiring dengan tingginya tingkat inflasi AS yang mencapai 7% yoy pada 2021.
Pergerakan IHSG berpeluang untuk menguji level tertinggi baru dengan proyeksi rentang di 6.700-6.820.
Yield benchmark 20-tahun FR0092 ditutup di level 6,99%. Lebih lanjut, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter BI ke depan.
Indeks acuan masih berpeluang untuk menguat terbatas dengan proyeksi rentang pergerakan di 6.600 – 6.700.
Surat Utang Negara (SUN) benchmark 20-tahun ini kembali mencatatkan penurunan yield 1bps. Dibandingkan seri benchmark lainnya, yang mencatatkan kenaikan yield antara 1,7 bps hingga 2,5 bps.
Dari bursa domestik, pelemahan IHSG memasuki hari ke-3 berturut-turut; dengan koreksi 0,33% kemarin ke level 6.591.
Benchmark 20-tahun FR0092 catatkan penawaran masuk hingga IDR 15,18 triliun, atau hingga 18% dari total penawaran masuk senilai total IDR 84,84 triliun pada lelang SUN Selasa (18/01).
Tekanan terhadap IHSG masih terus berlanjut dengan koreksi 0,47% kemarin; meski penurunan berhasil diperkecil pada akhir sesi.
Rilis data ekonomi China menunjukkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4% pada 4Q21, atau 8,1% sepanjang 2021.