Weekly Report | 21 Mar 2022
Tarik ulur perkembangan situasi di Ukraina masih akan menjadi fokus utama; dimana investor berpotensi untuk melakukan rotasi ke sektor-sektor defensif dan aset-aset safe haven.
Tarik ulur perkembangan situasi di Ukraina masih akan menjadi fokus utama; dimana investor berpotensi untuk melakukan rotasi ke sektor-sektor defensif dan aset-aset safe haven.
IHSG ditutup melemah tipis 0,14% ke level 6.954,97 akhir pekan; ditandai dengan pelemahan pada 5 dari 11 sektor. Pekan ini, minimnya sentimen baru dari dalam negeri, membuat investor akan lebih cenderung mencermati katalis dari global.
Akhir pekan ini, IHSG kami proyeksikan bergerak upward dengan rentang pergerakan dalam kisaran 6.900 hingga 7.080.
Investor juga akan mengantisipasi pengumuman kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI), yang diperkirakan mempertahankan BI-7 Day Reverse Repo Rate bertahan di 3,5%.
IHSG ditutup menguat signifikan lebih dari 1%, ditopang kenaikan sebanyak 8 dari 11 sektor. Pelaku pasar mencermati kenaikan suku bunga the Fed memberikan kepastian, ditengah kekhawatiran kenaikan inflasi Amerika Serikat. IHSG hari ini yang kami proyeksikan bergerak upward dengan rentang pergerakan dalam kisaran 6.900 hingga 7.080.
Bursa saham Wall Street ditutup menguat sehari sebelum pertemuan the Fed di tengah penurunan harga minyak kemarin. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) diproyeksikan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps, atau pertama kalinya dalam periode tiga tahun. Sementara itu, harga minyak turun 7% di tengah harapan berakhirnya konflik di Ukraina.
Melanjutkan perdagangan awal pekan, hari ini IHSG kembali mencoba menjaga pergerakan pada rentang 6.850 – 7.000.
Dari data ekonomi AS, laporan Payroll periode Februari 2022 mencatat 678 ribu pekerjaan baru, sementara inflasi tahunan kembali mencetak rekor tertinggi baru dalam 40 tahun terakhir di level 7,9%.
PT NH Korindo Sekuritas Indonesia dan PT Sinarmas Asset Management sepakat untuk menjalin kerjasama dalam pemasaran reksadana.