Penawaran Masuk Lelang SUN IDR 25,9 Triliun
Penawaran Masuk Lelang SUN IDR 25,9 Triliun. DJPPR mencatatkan total penawaran yang masuk lelang SUN sebesar IDR 25,9 triliun, atau dibawah lelang SUN sebelumnya IDR 35,1 triliun.
Penawaran Masuk Lelang SUN IDR 25,9 Triliun. DJPPR mencatatkan total penawaran yang masuk lelang SUN sebesar IDR 25,9 triliun, atau dibawah lelang SUN sebelumnya IDR 35,1 triliun.
Pesanan pabrik lampaui ekspektasi dan UST inverted yield, membuat Wall Street ditutup mixed. Factory Orders AS Mei tumbuh +1,6% (Vs. Surv. +0,5%), mengikuti Personal Spending Mei tumbuh moderat +0,2% (Vs. Surv. +0,4%).
Benchmark Mixed Jelang Lelang SUN. Seri FR0091 catatkan kenakan yield tipis 1,5 Bps ke level 7,26% awal pekan.
Potensi resesi membuat ekspektasi analis menjadi tinggi. Walaupun Wall Street libur memperingati Independence Day, namun pelaku pasar tetap menantikan FOMC Meeting Minutes dan mulai mengantisipasi data CPI pekan depan.
Seri Benchmark Tertekan Akhir Pekan. PCE Core Deflator AS Mei naik +0,3% MoM (+4,7% YoY); tetap tinggi dari bulan sebelumnya +0,3% MoM (+4,9% YoY), memperkuat sikap Hawkish agresif the Fed di Juli, yang diproyeksikan kembali menaikkan FFR 75 bps menjadi 2,25%-2,50%.
Inflasi Lampaui Target dan Rupiah 15.000.
Aktivitas manufaktur melambat, memberikan the Fed ruang untuk Dovish pada September. Data menunjukkan, ISM Manufacturing Juni AS turun ke level 53,0 (Vs. Mei 56,1).
Sentimen negatif Kontraksi GDP, investor minati safe haven SUN. GDP Annualized QoQ AS 1Q22 terkontraksi -1,6% (Vs. Surv. -1,5%), seiring inventaris unsold goods meningkat, di tengah penurunan belanja konsumen.
Personal Consumption Expenditures tinggi, Wall Street menutup 2Q22 dengan pelemahan.