Information of PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) IPO

Perseroan memiliki kegiatan usaha utama pada bidang jasa akomodasi industri perhotelan dimana Perseroan merupakan pemilik langsung dari usaha hotel dengan nama Kedaton 8 Hotel, Restaurant & Business Lounge yang berlokasi di Kawasan Olympic CBD – Sentul, Kabupaten Bogor.

Information of PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) IPO

Perseroan ini memiliki kegiatan usaha utama pada bidang perdagangan komputer dan perlengkapannya, dimana Perseroan saat ini memiliki juga solusi layanan yang ditujukan untuk era transformasi digital, mulai dari konsultasi hingga implementasi, mulai dari pelayanan infrastruktur sampai dengan layanan terkelola.

Daily Report | 20 Oktober 2022

Kenaikan yield membebani pasar saham, ditengah musim Earning Results. Yield UST10Y kembali melampaui level 4% atau mencapai level tertinggi sejak pertengahan tahun 2008, seiring data perumahan belum mampu menahan sikap Hawkish the Fed.

Wait and See Investor

Wait and See investor, SUN Benchmark tertekan. Investor bersikap wait and see, menunggu hasil RDG BI yang diproyeksikan kembali menaikkan FFR sebesar 25Bps 50Bps, berdasarkan survei Bloomberg.

Pasar SUN Mixed Ditengah Lelang Sukuk

Pasar SUN mixed, ditengah lelang Sukuk dan jelang RDG BI. Yield SUN Benchmark FR91 relatif flat di level 7,41%. Adapun, tekanan pada harga FR90, membuat yield SUN Benchmark 5-tahun ini menyentuh level 7%.

Daily Report | 19 Oktober 2022

Musim Earning Results dan output manufaktur yang solid, kembali memicu Risk-On pada saham-saham di Wall Street. DJIA menguat lebih dari 300 poin, atau pimpin penguatan Wall Street, dengan yield UST2Y kembali melandai dibawah level 4,5%.

Daily Report | 18 Oktober 2022

Kenaikan Lending Rate mendorong NII. Awal pekan, Wall Street dibuka Gap Up dan konsisten berada dalam Zona Hijau, dengan DJIA ditutup menguat 550 poin.

Weekly Report | 17 Oktober 2022

Consumer Non-Cyclicals Resilience Vs. IHSG melemah 3%. Sektor Consumer Non-Cyclicals mampu bertahan atau naik tipis 0,03%; dibanding Technology yang tertekan lebih dari 8%, atau pimpin pelemahan sektoral.