Macroeconomic Report | Kenaikan Yield UST Tahan BI 7-DRRR

Kenaikan yield UST berdampak pada sektor keuangan di negara emerging market, khususnya Indonesia. Kondisi ini membuat pelaku pasar global lebih memilih investasi pada UST, sehingga mereka akan memindahkan modalnya dari negara berkembang.

Macroeconomic Report | Kinerja Ekspor Topang Neraca Pembayaran Indonesia

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) periode 1Q21 mencatatkan surplus senilai USD 4,1 miliar, atau lebih baik dari kuartal sebelumnya defisit USD 0,2 miliar. Adapun surplus ini, didukung oleh surpus transaksi modal dan finansial, yang melampaui defisit transaksi berjalan periode sama.

Macroeconomic Report | Penawaran Masuk Lelang Meningkat

Hasil penawaran masuk sejumlah lelang Surat Berharga Negara (SBN) jelang akhir April 2021, mengindikasikan pemulihan kondisi pasar obligasi domestik. Lelang Surat Utang Negara (SUN) Selasa (27/04) lalu, pemerintah berhasil catatkan penawaran masuk hingga IDR 52,7 triliun.

Macroeconomic Report | BI Mempertahankan BI 7-DRRR Tetap 3,50%

Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 19-20 April, mempertahankan suku bunga acuan BI 7-DRRR periode April 2021 di level 3,50%. Level yang sama sejak periode Februari 2021 lalu, ketika BI memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps. BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing di level 2,75% dan 4,25%. Selain menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, keputusan BI ini dipengaruhi oleh inflasi Maret 2021 yang tetap terjaga di level 0,08% MoM atau 1,37% YoY. BI 7-DRRR yang tetap rendah, akan kembali memberikan ruang penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan. Diharapkan penyaluran kredit yang meningkat dapat mendorong aktivitas usaha, yang kemudian memberikan dampak positif bagi ekonomi domestik.

Macroeconomic Report | Ekspor dan Impor Maret Naik Tinggi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca dagang Indonesia bulan Maret surplus senilai USD 1,56 miliar. Angka ini lebih baik di banding periode sama tahun sebelumnya yang hanya surplus senilai USD 0,71 miliar. Ekspor Indonesia bulan Maret 2021 tercatat senilai USD 18,35 miliar, tumbuh 30,47% YoY atau 20,31% MoM. Indonesia mencatatkan peningkatan ekspor tinggi, dari sektor pertanian, industri, maupun tambang. Sementara itu, impor Indonesia periode sama senilai USD 16,79 miliar atau tumbuh 25,73% YoY. Impor Indonesia ini, didorong oleh kenaikan impor barang konsumsi, barang penolong, maupun barang modal. Baik ekspor maupun impor ini, seiring dengan kenaikan indeks manufaktur yang mencerminkan semakin ekspansifnya kinerja industri pengolahan dalam negeri.