Macroeconomic Report | Tekanan Ekonomi Tahan BI 7-DRRR

Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI 7-DRRR) di level 3,50%. Tekanan ekonomi berpeluang kembali terjadi pada 3Q21, membuat NHKSI Research melihat masih diperlukannya suku bunga rendah guna pemulihan domestik.

Macroeconomic Report | Inflasi Rendah Menahan BI 7-DRRR

Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga BI Seven Day Reserve Repo Rate (BI 7-DRRR) di level 3,50% pada Juli 2021. Realisasi dan outlook inflasi yang masih rendah, atau berada dalam kisaran 1,8% hingga 2,2% tahun 2021 ini. NHKSI Research melihat faktor lainnya yang menjadi pertimbangan BI adalah: terhambatnya pemulihan ekonomi China dan Amerika Serikat (AS), potensi kenaikan inflasi global seiring pertumbuhan ekonomi, volatilitas rupiah masih tinggi, dan tekanan ekonomi domestik seiring tingginya angka kasus Covid19 secara rata-rata harian. Kami juga melihat BI belum perlu mengkhawatirkan terjadinya kenaikan suku bunga global, terutama the Fed yang belum akan melakukan tapering tahun ini.

Macroeconomic Report | Surplus Neraca Dagang Lebih Rendah

Pekan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan bulan Juni senilai USD 1,32 miliar. Realisasi itu lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mencatatkan surplus hingga USD 2,7 miliar. Namun, surplus kali ini masih lebih tinggi dari neraca dagang Juni 2020 yang tercatat surplus USD 1,2 miliar. Adapun, akumulasi surplus neraca dagang Indonesia mencapai total USD 11,86 miliar sepanjang 1H21. Surplus ini terjadi karena nilai ekspor mencapai USD 18,55 miliar pada Juni 2021, dengan nilai impor lebih kecil jika dibandingkan ekspor. Nilai impor bulan Juni senilai USD 17,23 miliar. Lebih lanjut, Indonesia mengalami surplus berturut-turut selama 14 bulan.