Kesepakatan Stimulus AS Dorong Harga SBN

Harga Surat Berharga Negara (SBN) mayoritas ditutup menguat. Sejumlah pelaku pasar merespon positif sentimen stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS).

Investor Kembali Minati FR0087 dan FR0080

Penawaran masuk dua seri ini, mencapai lebih dari 56% dari total penawaran masuk lelang SUN kemarin senilai IDR 83 triliun. Investor minati seri calon benchmark 10-tahun FR0087 ini, mencatatkan weighted average yield di level 6,69%.

Data Positif Ekonomi China, dorong penguatan awal pekan

Harga semua Surat Utang Negara (SUN) seri benchmark ditutup menguat pada Senin (19/10). Kenaikan ini, melanjutkan tren penguatan pada pekan lalu, seiring data positif pertumbuhan ekonomi China yang dirilis kemarin.

Sentimen positif Neraca Dagang, topang pasar akhir pekan

Hal ini menjadi sentimen lanjutan pada perdagangan hari Jumat (16/10), ditengah ketidakjelasan pemberian stimulus AS. Investor minati sebagian besar Surat Berharga Negara (SBN) di akhir pekan, dengan yield tenor 10-tahun turun hampir 6 bps ke level 6,76%.

Surplus Neraca Dagang Dorong Penguatan SBN

Sebagian besar Surat Berharga Negara (SBN) mencatatkan penurunan yield, dengan SUN benchmark 10-tahun FR0082 turun 4,3 bps. Adapun, penurunan yield paling dalam dicatatkan oleh SUN tenor 1-tahun ke level 3,37%.

Proyeksi IMF Dorong SUN Tenor Pendek

International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi global pada 2020 mengalami kontraksi 4,4%. Proyeksi ini lebih baik dibandingkan proyeksi April lalu yaitu kontraksi sebesar 4,9%.

Investor Minati Tenor Panjang

Dalam lelang Sukuk perdana 4Q20 pada Selasa (13/10) kemarin, pemerintah berhasil memenangkan senilai IDR 11,9 triliun. Angka tersebut, melampaui target indikatif yang ditetapkan IDR 10 triliun.