11 April 2022
Dari sentimen eksternal, sinyal resesi di pasar obligasi Amerika Serikat (AS) kembali terjadi, dengan inversi yield pada US Treasury seri UST2Y dan UST10Y. Sementara itu, yield UST10Y sempat naik ke level 2,66% atau level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
READ MORE
8 April 2022
Selain itu, the Fed juga mempertimbangkan kenaikan Fed Funds Rate yang lebih agresif dari sekadar 25 bps.
READ MORE
7 April 2022
Hal ini, membuat sejumlah investor melakukan aksi profit taking kemarin. Sebagian besar SUN benchmark catatkan kenaikan yield, dengan yield FR0091 di level 6,77%. Pelaku pasar juga merespon negatif berita Deutsche Bank, yaitu bank di Wall Street pertama yang memproyeksikan resesi AS terjadi pada akhir tahun 2023 atau awal 2024, karena sikap agresif the Fed.
READ MORE
6 April 2022
Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengatakan, bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) ini siap untuk lebih agresif dalam menangani inflasi AS, menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan resesi. Kenaikan yield dicatatkan pada seri benchmark 5-tahun, 10-tahun, dan 15-tahun. Sementara itu, yield atraktif benchmark 20-tahun, membuat investor minati seri ini. Yield FR0092 turun hampir 2 bps.
READ MORE
5 April 2022
Pelaku pasar minati FR0092 yang masih menawarkan yield tinggi hingga 7,20%. Minat investor ini, seiring sinyal resesi di pasar obligasi Amerika Serikat, di mana inversi yield US Treasury seri UST2Y dengan UST10Y kembali terbentuk untuk ketiga kalinya pekan lalu.
READ MORE