28 Agustus 2020
PTPP mencatatkan laba 2Q20 sebesar Rp3 miliar (-98,6% YoY), yang merupakan penurunan bottom-line terdalam bagi perseroan. Meskipun unggul dalam perolehan kontrak baru dibandingkan emiten konstruksi BUMN lain, atau meraih Rp8,98 triliun selama 1H20, namun ke depannya PTPP harus memilah kontrak mana yang memiliki skema pembayaran yang baik agar tidak memberatkan kas perusahaan. Selain itu, anggaran infrastruktur yang naik dalam RAPBN 2021 menjadi angin segar bagi perbaikan kinerja PTPP tahun depan.
READ MORE
27 Agustus 2020
Penurunan kinerja perseroan pada semester pertama 2020 sesuai dengan estimasi kami, merupakan dampak dari penerapan PSBB selama kuartal kedua. Pendapatan dari segmen kontruksi anjlok 72,0% YoY sementara pendapatan dari segmen jalan tol turun 17,5% YoY. Perseoran juga telah melakukan beberapa efisiensi selama masa PSBB diterapkan, namun hal ini masih belum mampu untuk membuat kinerja perusahaan menjadi positif. Tercatat selama kuartal kedua 2020 perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp482,2 miliar.
READ MORE
26 Agustus 2020
ASII membukukan penurunan total pendapatan IDR 89,8 Trilyun, turun 22,7% dari periode yang sama tahun lalu sebesar IDR 116,2 Trilyun.
READ MORE
26 Agustus 2020
TINS membukukan rugi bersih Rp390 miliar di 1H20 tetapi membaik di kuartalan karena mencatat pemulihan pendapatan dengan laba bersih Rp23 miliar di 2Q20. Impor timah di China pada bulan Mei sudah naik 1.762% YoY, sehingga kami melihat kondisi ini akan memperkuat harga timah dunia dan berpotensi meningkatkan ASP TINS di 2H20. Kami merevisi perkiraan kami untuk 2020F dan merevisi naik asumsi harga rata-rata timah dunia menjadi USD16.805/metrik ton. Kami tetap mempertahankan rekomendasi BUY untuk TINS.
READ MORE
19 Agustus 2020
Secara YoY pada 1H20 Pendapatan dari segmen Data Internet dan Indihome mencatatkan pertumbuhan positif selama masa pandemi COVID19 dengan masing-masing persentase sebesar 6,8% dan 19,1%. Namun, adanya kanibalisasi dari OTT dan persaingan yang ketat dari mobile operator membuat pendapatan perseroan dari segmen SMS, Telepon Seluler anjlok 27,5%. Hal ini menyebabkan laba bersih perseroan masih tertekan pada kuartal pertama 2020.
READ MORE