Weekly Report | 8 Januari 2024
PEKAN PERDAGANGAN PERTAMA 2024 YANG PENUH GEJOLAK & MULAI MENGHADAPI KENYATAAN.
PEKAN PERDAGANGAN PERTAMA 2024 YANG PENUH GEJOLAK & MULAI MENGHADAPI KENYATAAN.
Indeks saham AS mengalami sesi yang volatile pada hari Jumat tetapi akhirnya ditutup sedikit lebih tinggi, meskipun kenaikan kecil ini tidak menghentikan S&P 500 dan Nasdaq Composite untuk memulai tahun 2024 dengan kinerja mingguan terburuknya dalam beberapa bulan.
Dari data ekonomi terbaru, laporan ketenagakerjaan nasional US ADP Nonfarm Employment Change menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan swasta AS mempekerjakan lebih banyak pekerja dari yang diperkirakan pada bulan Desember (actual: 164k , versus forecast 115k, versus previous 110k) , menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang akan terus menopang perekonomian.
S&P500 ditutup melemah pada perdagangan hari Kamis (4/1/23), sementara NASDAQ memimpin pelemahan dengan turun 0.56%, meskipun Dow Jones Industrial berhasil mencatatkan kemenangan tipis didukung oleh saham-saham keuangan dan menguatnya data pekerjaan.
Pengumuman Terkait Haircut dan Saham Margin
Rilis Notulen Rapat Federal Reserve di bulan Desember sepertinya gagal menjawab pertanyaan yang menyelimuti market. Di kala The Fed diharapkan untuk menahan suku bunga tetap di tempat pada FOMC Meeting bulan Januari ini, para trader telah memperhitungkan 67% peluang pemotongan suku bunga sebesar 25 bps di bulan Maret, menurut survei CME Group FedWatch.
Pasar saham AS mengakhiri hari perdagangan kedua di tahun 2024 ini kembali di teritori negatif seiring berlanjutnya aksi profit-taking setelah pendakian yang cukup tinggi di tahun 2023, sementara rilis Notulen Rapat Federal Reserve di bulan Desember sepertinya gagal menjawab pertanyaan yang menyelimuti market.
Yield US Treasury sempat ke atas level psikologis 4.0% sebelum ditutup sedikit menyusut ke 3.937%. Gerakan yield US Treasury tersebut dipercaya mewakili ekspektasi para investor terkait proyeksi penurunan suku bunga AS tahun ini; yang pada akhirnya memberikan sentimen negatif pada saham-saham Teknologi yang lebih menyukai lingkungan suku bunga rendah.
S&P500 dan Nasdaq menutup hari pertama perdagangan 2024 di teritori negatif, terbebani oleh jatuhnya saham Apple setelah Barclays downgrade raksasa teknologi ini menjadi “underweight” dan melemahnya juga nama-nama besar saham Teknologi lainnya didorong oleh naiknya yield US Treasury yang sempat ke atas level psikologis 4.0% sebelum ditutup sedikit menyusut ke 3.937%.