Terjadi Lonjakan pada Imbal Hasil US Treasury
Terjadi lonjakan pada imbal hasil US Treasury setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller meremehkan perlunya penurunan suku bunga secepat mungkin.
Terjadi lonjakan pada imbal hasil US Treasury setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller meremehkan perlunya penurunan suku bunga secepat mungkin.
Dow Jones Industrial Average memimpin pelemahan pada perdagangan hari Selasa (16/01/24) dengan turun 0.6% seiring para investor mencerna sejumlah laporan keuangan dan adanya lonjakan pada imbal hasil US Treasury setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller meremehkan perlunya penurunan suku bunga secepat mungkin.
Para pengambil kebijakan akan memiliki lebih sedikit data penting untuk diurai sepanjang minggu ini, di mana Retail Sales dan ekspektasi inflasi dari Universitas Michigan mungkin akan menambah warna pada gambaran inflasi AS.
Pasar saham AS ditutup pada hari Senin (15/01/24) untuk hari libur Martin Luther King Jr. menyusul sesi yang tenang di akhir minggu lalu dengan sentimen dimulainya banks earning season.
Untuk sepekan terakhir, Dow naik 0,34%, S&P 500 naik 1,84% dan Nasdaq naik 3,09%. Kenaikan S&P merupakan persentase kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Desember dan Nasdaq, yang terbesar sejak awal November.
Beragamnya laporan keuangan bank mengimbangi berita Inflasi di tingkat produsen yang lebih rendah dari perkiraan sehingga mendukung harapan adanya penurunan suku bunga dari Federal Reserve.
Saham-saham AS ditutup nyaris flat pada perdagangan hari Jumat (12/01/24), dalam pergerakan yang volatile, karena beragamnya laporan keuangan bank mengimbangi berita Inflasi di tingkat produsen yang lebih rendah dari perkiraan sehingga mendukung harapan adanya penurunan suku bunga dari Federal Reserve.
Data ekonomi menunjukkan Inflasi harga konsumen AS berada di atas ekspektasi para ekonom pada bulan Desember, meningkatkan keraguan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga secepat yang diperkirakan market.
Indeks saham global bergerak datar cenderung lebih rendah pada hari Kamis (11/01/24) karena data ekonomi menunjukkan Inflasi harga konsumen AS berada di atas ekspektasi para ekonom pada bulan Desember, meningkatkan keraguan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga secepat yang diperkirakan market.