Daily Report | 19 April 2024

Saham-saham AS ditutup relatif flat pada perdagangan hari Kamis (18/04/24), seiring para investor menyaring laporan keuangan terbaru perusahaan, sementara data ekonomi dan komentar dari pejabat Federal Reserve menunjukkan bahwa bank sentral AS sepertinya mungkin tak bisa memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Daily Report | 18 April 2024

Wall Street jatuh berjamaah pada penutupan perdagangan Rabu (17/4/2024) dengan NASDAQ memimpin pelemahan sebesar 1.2%. S&P 500 turun untuk sesi keempat berturut-turut, dipicu oleh penurunan saham Nvidia dan perusahaan teknologi besar lainnya seperti Netflix, Apple, Meta, dan MIcrosoft.

Information of PT Remala Abadi Tbk (DATA) IPO

Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi yang mana telah berdiri sejak tahun 2004. Perseroan melayani kebutuhan Akses Internet, Network & IT Solution yang menjadikan sebuah layanan Managed Services yang didukung dengan sumber daya manusia yang profesional dan dukungan infrastruktur jaringan yang handal yang berupa jaringan Fiber Optic maupun Wireless yang menggunakan teknologi terbaru.

Daily Report | 17 April 2024

S&P500 dan NASDAQ ditutup melemah tipis pada perdagangan Selasa (16/04/24), sementara DJIA akhirnya ditutup hanya naik tipis 0.2% menyerahkan sebagian besar kenaikan intraday-nya seiring para investor mencerna STATEMENT DARI FEDERAL RESERVE CHAIRMAN JEROME POWELL yang memberi sinyal bahwa suku bunga tinggi masih diperlukan untuk waktu yang lebih lama, menyikapi data Inflasi AS bulan Maret 3.5% yoy yang menguat di atas ekspektasi.

Weekly Report | 16 April 2024

USD/IDR melesat ke angka 16110, dipicu oleh YIELD US TREASURY dan DOLLAR INDEX yang melonjak ke titik tertinggi 5 bulan tepat di hari US CPI ini diumumkan, masing-masing pada 4.546% dan 105.20; sejak itu masih terus menanjak naik pada saat report ini ditulis. Yield US10YT saat ini sudah berada pada level 4.623%, bahkan sudah mencapai target pada titik High 4.666% (up to 4.70%).

Daily Report | 16 April 2024

Dow Jones dan kawan-kawan kembali tersungkur pada perdagangan Senin (15/04/24), tertekan oleh karena melonjaknya yield US Treasury seiring data Retail Sales yang lebih kuat dari ekspektasi seolah bersiap memupuskan harapan pemotongan suku bunga tahun ini; membuat para pelaku pasar mengabaikan laporan pendapatan yang kuat dari raksasa perbankan Goldman Sachs. DJIA turun 0.7%, sementara S&P500 drop 1.2% dan NASDAQ anjlok 1.8%.

US10YT Melepaskan Potensi Naik

Para pelaku pasar juga mencerna pernyataan dari Presiden AS Joe Biden, yang terus menyuarakan ide gencatan senjata Perang Gaza kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu; yang mana mengangkat harga Minyak oleh karena meningkatnya tensi geopolitik ini.