US10YT Telah Diprediksi Kemarin Mengarah ke Support Lower Channel
Berkshire Hathaway B milik Warren Buffett naik 1% setelah melaporkan hasil triwulan pada akhir pekan yang melaporkan lonjakan 40% dalam laba operasional Q1 dari tahun sebelumnya.
Berkshire Hathaway B milik Warren Buffett naik 1% setelah melaporkan hasil triwulan pada akhir pekan yang melaporkan lonjakan 40% dalam laba operasional Q1 dari tahun sebelumnya.
Pasar saham AS memulai minggu ini dengan langkah kuat pada perdagangan hari Senin (06/05/24) didukung munculnya kembali harapan akan pemangkasan suku bunga Federal Reserve di bulan September.
Data ekonomi yang menunjukkan penambahan lapangan kerja sektor publik di bulan April ternyata di bawah ekspektasi. Hal ini meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve bisa mulai memotong suku bunga lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
DAMPAK HASIL FOMC MEETING DAN LAPORAN TENAGA KERJA AS PADA PROSPEK PEMOTONGAN SUKU BUNGA AS.
S&P 500 melonjak 1,3% pada perdagangan Jumat (03/05/24) sementara Dow Jones Industrial Average naik 450 poin dan NASDAQ memimpin penguatan dengan melesat 2% didukung apresiasi saham Apple di sektor Teknologi, di tengah data ekonomi yang menunjukkan penambahan lapangan kerja sektor publik di bulan April ternyata di bawah ekspektasi.
Data Initial Jobless Claims terakhir menjelaskan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim pengangguran di pekan terbaru tetap stabil pada angka 208 ribu seperti juga minggu sebelumnya, adapun nyatanya lebih rendah dari perkiraan 212 ribu, sehingga pasar tenaga kerja dinilai masih cukup ketat.
Wall Street ditutup di teritori positif dengan NASDAQ memimpin penguatan dengan naik 1.5% sementara S&P 500 ditutup 1% lebih tinggi pada perdagangan hari Kamis (02/05/24), dipimpin oleh sektor Teknologi karena para investor terus mencerna sejumlah laporan keuangan perusahaan menjelang data tenaga kerja bulanan penting yang akan dirilis pada hari Jumat.
Sebelumnya, data dari ADP Employment Change menunjukkan lapangan kerja di sektor swasta AS meningkat lebih dari perkiraan pada bulan April, sementara data untuk bulan sebelumnya direvisi lebih tinggi.
Indeks saham global turun pada hari Rabu (01/05/24) sementara Dollar melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada level 5.25%-5.50% dan mengindikasikan pihaknya masih condong ke arah penurunan suku bunga setelah munculnya serangkaian data ekonomi AS; walau The Fed juga memberi tanda bahaya pada pembacaan Inflasi yang mengecewakan baru-baru ini.