Daily Report | Rekor Kasus Baru Harian
Pergerakan IHSG hari ini cenderung berpotensi melemah. Rekor kasus harian tertinggi yang kemarin dilaporkan mencapai 2.657 kasus, akan menjadi sentimen pemberat utama bagi IHSG menjelang akhir pekan.
Pergerakan IHSG hari ini cenderung berpotensi melemah. Rekor kasus harian tertinggi yang kemarin dilaporkan mencapai 2.657 kasus, akan menjadi sentimen pemberat utama bagi IHSG menjelang akhir pekan.
IHSG hari ini akan mencoba bertahan di atas level 5.000 setelah kemarin akhirnya berhasil menembus angka psikologis tersebut. Saham-saham perbankan menopang kenaikan IHSG seiring dengan dimulainya penyaluran stimulus pemerintah serta disepakatinya skema burden sharing antara pemerintah dan BI.
Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak mendatar di tengah masih minimnya sentimen dan setelah rilis angka cadangan devisa kemarin yang menunjukkan kenaikan tipis. Pada akhir Juni 2020, angka cadangan devisa Indonesia berada pada angka USD131,7 miliar atau naik dari posisi bulan sebelumnya di level USD130,5 miliar.
Faktor sentimen dari bursa global akan menjadi penggerak utama IHSG hari ini. Selain itu, kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Juni serta rilis data cadangan devisa akan menjadi faktor penggerak dari dalam negeri.
Hingga akhir Mei 2020, BBCA menerima pengajuan restrukturisasi senilai total Rp 92,09 triliun. Dengan ini, kami merekomendasikan BBCA sebagai saham pilihan dengan target harga sebesar Rp 30.100 dengan menggunakan asumsi forward P/B 4,4x.
Pergerakan harga IHSG pada awal pekan ini akan lebih banyak digerakkan oleh sentimen dari eksternal. Pergerakan harga komoditas dunia serta perkembangan vaksin Corona menjadi beberapa isu yang dapat menjadi penggerak bursa.
Menguatnya data ekonomi global diperkirakan akan membawa sentimen positif bagi pergerakan IHSG hari ini untuk melanjutkan penguatan kemarin. Akan tetapi, investor perlu mencermati masih tingginya kasus baru Covid-19 yang kemarin mencatat rekor harian tertinggi sebanyak 1.624 kasus.
Untuk pergerakan IHSG hari ini, investor akan terus mencerna pengumuman angka inflasi Juni yang masih cukup rendah (0,18%) MoM namun masih menunjukkan kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Hal ini menandakan perubahan trend inflasi yang secara historis selalu mencapai puncak pada periode Ramadhan-Idul Fitri.
Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk meluncurkan 2 indeks acuan baru pada bulan Agustus 2020 nanti.