Weekly Report | Sektor Konstruksi dan Sektor Industri Dasar
Selama sepekan lalu IHSG mayoritas diwarnai oleh sentimen domestik seperti surplusnya neraca perdagangan dan keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan.
Selama sepekan lalu IHSG mayoritas diwarnai oleh sentimen domestik seperti surplusnya neraca perdagangan dan keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan.
Pergerakan IHSG di awal pekan akan cenderung untuk melakukan konsolidasi sambil mencari arah baru pasca libur panjang. Pasar akan mempertimbangkan beberapa sentimen dan pergerakan dari bursa global yang terjadi sepanjang pekan lalu.
Data neraca perdagangan yang menunjukkan peningkatan surplus masih mampu mengangkat IHSG kemarin. Adapun menjelang pengumuman suku bunga 7-DRRR hari ini, pasar cenderung tidak berekspektasi adanya perubahan. Menjelang libur panjang, pergerakan IHSG cukup rawan terjadi aksi profit taking.
IHSG berhasil berada di zona hijau selama 5 hari berturut-turut ditopang oleh aliran dana asing yang masuk terutama pada saham-saham large cap di sektor perbankan. Sementara itu, Indeks Penjualan Riil yang mulai membaik serta Fitch Rating yang mempertahankan rating “BBB” turut menjadi sentimen positif bagi IHSG.
Arah pergerakan IHSG pada minggu yang pendek ini akan dipengaruhi oleh rilis data Neraca Perdagangan dan pengumuman suku bunga acuan BI-7DRRR. Posisi neraca perdagangan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami surplus.
Aksi beli bersih asing yang terjadi dalam 2 hari terakhir telah mampu membantu penguatan IHSG pekan ini. Namun mengingat kenaikan yang sudah sangat terbatas kemarin, indeks berpeluang terkoreksi pada perdagangan menjelang akhir pekan panjang ini.
IHSG masih melanjutkan penguatannya mendekati level sebelum pandemi di bulan Maret lalu. Secara umum investor masih optimis akan pemulihan ekonomi di tengah masih tingginya kasus baru. Namun IHSG hari ini cukup rawan terjadi aksi profit taking setelah naik mengalami kenaikan sejak awal minggu.
Dari bursa domestik, IHSG hari ini masih memiliki peluang untuk menguat terbatas dengan menguji level 5.200. Investor masih mengamati perkembangan vaksin Covid-19 seperti uji klinis yang akan dimulai di Bandung, serta kabar Rusia telah mendaftarkan vaksin pertama tanpa melalui fase tahap 3.
Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan cenderung masih akan mendatar. Investor masih akan memperhatikan perkembangan data indikator ekonomi seperti rilis penjualan eceran dan pergerakan nilai tukar rupiah.