Minat Tenor Panjang di Tengah Penantian BI 7-DRRR
FR0083 bukukan penurunan yield hampir 15 bps ke level 6,63%. Sementara, investor kurang minati tenor pendek dengan FR0081 dan FR0086 mencatatkan kenaikan yield 7,5 bps dan 3 bps.
FR0083 bukukan penurunan yield hampir 15 bps ke level 6,63%. Sementara, investor kurang minati tenor pendek dengan FR0081 dan FR0086 mencatatkan kenaikan yield 7,5 bps dan 3 bps.
Meskipun kemarin ditutup melemah tipis, IHSG masih mampu bertahan diatas level 6.000. Potensi aksi profit taking serta rencana pengetatan aktivitas di zona merah sedikit menjadi sentimen pemberat. Adapun untuk hari ini, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 5.965 – 6.079.
Investor kembali minati Surat Berharga Negara (SBN) tenor panjang yang masih menawarkan yield antara 6% hingga 7%.
IHSG akan mencoba untuk bertahan di atas level 6.000 setelah kemarin berhasil menembus level resisten kuat tersebut. Investor akan mencermati rilis data neraca perdagangan yang akan dirilis hari ini dengan proyeksi surplus sebesar USD2,6 miliar. Hari ini, rentang pergerakan IHSG diperkirakan akan berada di antara 5.959-6.079.
Selain menahan suku bunga acuannya, European Central Bank (ECB) juga menambah injeksi likuiditas ke sistem keuangan.
Vaksin Covid-19 yang tiba di Indonesia serta kenaikan tarif cukai rokok turut mempengaruhi laju IHSG selama sepekan lalu. Di sisi lain, cadangan devisa tercatat mengalami penurunan tipis. Namun, IHSG masih berhasil ditutup di zona hijau secara mingguan.
IHSG masih berhasil menguat sebesar 2% pada pekan lalu dengan level 6.000 nampak masih menjadi titik resisten kuat. Pekan ini, investor akan mencermati beberapa agenda ekonomi seperti rilis Neraca Perdagangan November dan hasil RDG Bank Indonesia. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak terkonsolidasi pada rentang 5.911-5.980.
Pada asumsi Makroekonomi 2021, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5% – 5,5%. Jika pemulihan ini dapat tercapai, maka Indonesia akan kembali pada jalur pertumbuhan ekonomi jangka panjang nya. Sementara itu, NHKSI Research memproyeksikan target IHSG 2021 pada level 6,800; yang mengimplikasikan forward P/E sebesar 18,1x. Saham-saham pilihan kami untuk tahun 2021, antara lain: Perbankan (BBNI, BMRI); Barang Konsumsi(MYOR, KLBF); Telekomunikasi (TOWR, TLKM,EXCL); dan Properti (CTRA, PWON).
Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah yang berjalan lancar, mendorong pasar obligasi kembali konsolidasi. Perdagangan kemarin juga didukung sentimen eksternal, terpilihnya Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS, akan membawa kebijakan pro stimulus.