Daily Report | Optimisme Memasuki Tahun 2021

IHSG membukukan pelemahan sebesar 5,1% sepanjang tahun 2020. Pada perdagangan hari pertama 2021, investor akan mencermati perkembangan jumlah kasus covid-19 pasca libur tahun baru, serta rilis data ekonomi seperti PMI Manufaktur dan inflasi Desember 2020. Adapun rentang pergerakan IHSG diperkirakan berada pada level 5.962-6.110.

Welcome 2021

Kenaikan kasus virus corona, memicu spekulasi penarikan rem darurat (Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB Total) di DKI Jakarta.

Daily Report | Menjelang Tutup Tahun 2020

Menjelang akhir tahun, laju IHSG tertahan aksi profit taking serta kekhawatiran yang muncul dari larangan masuk untuk WNA pada awal Januari 2021. Pada hari perdagangan terakhir di 2020, IHSG diperkirakan akan cenderung tertekan dengan pergerakan pada rentang 5.979-6.100.

Stimulus AS Dorong Pasar Awal Pekan

Pergerakan pasar Surat Utang Negara (SUN) kembali menguat seiring Trump menyetujui Undang-undang (UU) Anggaran Negara tahun fiskal 2021 senilai USD 2,3 triliun.

Daily Report | Optimisme Paket Stimulus AS

Optimisme dari paket stimulus AS turut mendorong indeks-indeks global menjelang akhir tahun 2020, termasuk bursa di Indonesia. Meski minim sentimen domestik, pasar masih akan berharap pada efek window dressing pada 2 hari terakhir perdagangan. Hari ini IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang 5.979 – 6.195.

Daily Report | Sentimen Global pasca Libur Natal

Dari bursa domestik, berbagai sentimen dari luar negeri yang ada akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan terakhir di 2020. Pasar berharap akan adanya potensi technical rebound pasca pelemahan minggu lalu. Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 5.850-6.100.

Sentimen Negatif Varian Baru Covid-19

FR0086 dan FR0087 masing-masing bukukan kenaikan yield 10 bps dan 14 bps kemarin. Angka ini melampaui kenaikan yield seri benchmark yang hanya catatkan kenaikan antara 3,5 bps hingga 8,5 bps.