Tren Kenaikan Yield UST, Mayoritas Benchmark at Discount
Yield US Treasury (UST) tenor 10-tahun kembali naik 1,5 bps atau sempat mendekati level psikologis 1,3% pekan lalu.
Yield US Treasury (UST) tenor 10-tahun kembali naik 1,5 bps atau sempat mendekati level psikologis 1,3% pekan lalu.
Pelaku pasar akan mencermati kenaikan Yield Obligasi yang terjadi baik di Amerika Serikat maupun dalam negeri dan dampaknya ke pasar saham. Investor juga masih akan menunggu lebih banyak emiten untuk merilis laporan keuangan tahun 2020 di tengah minimnya sentimen baru. Selain itu, keputusan perpanjangan PPKM Mikro dan tingkat efektivitas dalam mengurangi penyebaran kasus baru juga masih dinanti.
Pergerakan IHSG masih cenderung berada pada rentang konsolidasi wajarnya. Dengan minimnya jadwal rilis data ekonomi domestik pada sisa bulan Februari, investor akan menanti lebih banyak emiten untuk mempublikasikan kinerja keuangan tahun 2020. Untuk hari ini, IHSG diproyeksikan bergerak pada kisaran level 6.173-6.314.
Harga sebagian besar Surat Utang Negara (SUN) ditutup melemah, setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan BI 7-DRRR pada Februari 2021. Yield SUN FR0086 dan FR0087 masing-masing naik ke level 5,55% dan 6,54%.
IHSG masih melanjutkan pelemahan pasca pengumuman pemangkasan suku bunga BI-7DRRR. Di sisi lain, Bank Indonesia juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 ke kisaran 4,3%-5,3%. Menjelang akhir pekan, IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang 6.150-6.250.
Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) akan diumumkan hari ini. Ekspektasi pasar memperkirakan BI akan menurunkan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-DRRR) sebesar 25 bps menjadi 3,50%.
Pergerakan IHSG ditutup tekoreksi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini. Fenomena menarik terjadi pada saham-saham bank kecil yang melesat kemarin, sementara bank-bank BUKU IV melemah. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.150 – 6.250.
Dua seri tersebut catatkan penawaran masuk tertinggi, masing-masing senilai IDR 15,9 triliun dan IDR 15,0 triliun. Tingginya penawaran pada tenor pendek, mengindikasikan partisipasi sektor perbankan pada benchmark 5-tahun dan 10-tahun tersebut.
Trend kenaikan IHSG di bulan Februari masih terus berlanjut. Investor mendapatkan perkembangan positif dari penunjukkan dewan direksi Indonesia Investment Authority (INA) yang menandakan akan mulai beroperasinya lembaga pengelola investasi tersebut. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan agak bergerak pada rentang 6.200-6.330.