Daily Report | 25 Maret 2021

Minimnya katalis positif masih terus menekan pergerakan IHSG kemarin yang ditandai penurunan dari seluruh sektor. Namun di tengah pelemahan, investor asing masih membukukan net buy tipis sebesar Rp 23 Milyar. Untuk hari ini, IHSG berpeluang untuk technical rebound dengan proyeksi rentang pergerakan di 6.090-6.250.

Green Option Tutup Lelang Sukuk 1Q21

Kemarin, pemerintah memenangkan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/ Sukuk) senilai IDR 6,4 triliun, atau lebih rendah dari target indikatif yang ditetapkan senilai IDR 12 triliun.

Daily Report | 24 Maret 2021

Meredupnya prospek pemulihan ekonomi dunia berimbas pada penurunan harga minyak yang anjlok sebesar 6% kemarin. Untuk hari ini, pergerakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penurunan dengan rentang pergerakan di 6.167-6.344.

Daily Report | 23 Maret 2021

Investor akan mencermati kenaikan kasus Covid-19 di beberapa negara eropa yang bepotensi pada kebijakan lockdown serta perkembangan krisis mata uang Turki. Untuk hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.296-6.300.

Weekly Report | 22 Maret 2021

Pergerakan IHSG pekan ini masih akan berada pada fase konsolidasi seiring minimnya jadwal rilis data-data ekonomi, baik dari domestik maupun global. Namun ada beberapa indikator pasar yang pergerakannya akan menjadi fokus perhatian investor. Indikator-indikator ini antara lain: Nilai Tukar USD/IDR yang berada di area 14.400; Yield obligasi AS 10-tahun yang menembus level 1,7; serta harga minyak mentah yang turun kembali ke kisaran USD 60/barel.

Daily Report | 22 Maret 2021

Dengan minimnya sentimen baru pekan ini, fokus investor akan tertuju pada pergerakan beberapa indikator makroekonomi seperti: nilai tukar Rupiah, tingkat yield obligasi, serta harga komoditas dunia. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan masih akan terkonsolidasi pada rentang 6300-6400.

Daily Report | 19 Maret 2021

Keputusan the Federal Reserve dan Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan suku bunga menjadi penopang penguatan IHSG kemarin. Namun naiknya yield obligasi dan potensi aksi profit taking berpeluang untuk menekan bursa saham hari ini. Adapun pergerakan IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.300-6.400.