Penurunan Cadev Dorong Minat SUN
Pelaku pasar kembali minati Surat Utang Negara (SUN) tenor menengah dan panjang. FR0088 masih catatkan inversi yield dengan FR0087, di tengah volatilitas tinggi FR0087 dibanding seri benchmark lainnya.
Pelaku pasar kembali minati Surat Utang Negara (SUN) tenor menengah dan panjang. FR0088 masih catatkan inversi yield dengan FR0087, di tengah volatilitas tinggi FR0087 dibanding seri benchmark lainnya.
Berlawanan dengan bursa global yang cenderung melemah, IHSG mampu kembali rebound sebesar 0,8%. Sentimen positif datang dari angka indeks keyakinan konsumen (IKK) yang naik ke level 104,4; sehingga mampu berada di zona optimis dalam 2 bulan terakhir. Adapun pergerakan IHSG hari ini akan mencoba bertahan di level psikologis 6.000 di tengah potensi aksi profit taking.
Penawaran masuk lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin berhasil mencatatkan nilai IDR IDR 78,5 triliun.
Dari dalam negeri, laju IHSG mulai tertekan oleh aksi profit taking yang dibarengi dengan net sell asing. Posisi cadangan devisa yang turun serta bayangan kenaikan inflasi AS masih menjadi sentimen pemberat dalam jangka pendek. Untuk hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan akan terkonsolidasi pada rentang 5.850 – 6.075.
Dari bursa domestik, reli penguatan IHSG terlihat mulai terbatas seiring dengan meningkatnya potensi aksi profit taking. Pelaku pasar akan mencermati rilis data Cadangan Devisa Mei yang diperkirakan akan mengalami peningkatan. Adapun pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang untuk melanjutkan konsolidasi pada rentang 6.000 – 6.100.
Spekulasi pengurangan stimulus the Fed kembali muncul, pasca pernyataan Presiden the Fed wilayah Philadelphia Patrick Harker.
Di tengah penantian rilis data cadangan devisa yang berpontensi naik.
Pergerakan IHSG pekan ini berpotensi dipengaruhi oleh berbagai rilis data ekonomi dari dalam dan luar negeri. Investor akan memperhatikan rilis posisi cadangan devisa Mei 2021 serta Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Posisi Cadev Indonesia saat ini berada di angka USD 138,8 Miliar atau setara dengan 10 bulan impor. Sementara posisi IKK diharapkan terus membaik; setelah bulan lalu menembus ke atas level 100 untuk pertama kalinya sejak Maret 2020. Dari data global, pelaku pasar akan menunggu rilis tingkat Inflasi AS yang akan mempengaruhi arah kebijakan the Federal Reserve.
Sepanjang pekan lalu, IHSG mampu naik sebesar 3,7%; yang merupakan penguatan mingguan terbesar sejak Februari lalu. Pelaku pasar akan mencermati berbagai rilis data domestik pekan ini seperti: Cadangan Devisa, Penjualan Ritel, serta Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Untuk hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan akan cenderung terbatas pada rentang 6.000 – 6.100.