Kasus Harian Baru Covid-19
Investor merespons negatif kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Perkembangan ini, membuat investor kembali minati Surat Utang Negara (SUN) tenor pendek hingga menengah.
Investor merespons negatif kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Perkembangan ini, membuat investor kembali minati Surat Utang Negara (SUN) tenor pendek hingga menengah.
Pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi beberapa sentimen domestik. Investor akan terus mencermati lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Dari data ekonomi, angka PMI manufaktur diharapkan dapat melanjutkan tren ekspansif setelah mencatatkan rekor tertinggi di 55,3 pada bulan lalu. Sementara itu, proyeksi Inflasi Juni diperkirakan masih tetap rendah; setelah pada pemantauan di minggu ke-3 masih menunjukkan deflasi 0,11% secara bulanan (MoM).
Di tengah lonjakan kasus positif Covid-19, IHSG masih mampu naik 0,25% sepekan kemarin. Investor asing melakukan pembelian bersih senilai lebih dari Rp 2 triliun di pasar Tunai dan Negosiasi; meski pada saat bersamaan juga mencatat net sell Rp 703 miliar pada pasar reguler. Mengawali pekan baru, IHSG diproyeksikan masih akan terkonsolidasi pada rentang 6.000 – 6.130.
Pasar Surat Utang Negara (SUN) ditutup mixed, setelah investor mencermati pernyataan ketua the Fed. Bahwa kenaikan inflasi AS itu bakal bersifat temporer atau sesaat.
Berlawanan dengan mayoritas bursa global, IHSG kembali melanjutkan koreksi selama 2 hari berturut-turut. Melonjaknya kasus harian baru Covid-19 di Indonesia yang menembus angka 20 ribu akan menjadi fokus utama pelaku pasar. Menjelang akhir pekan, IHSG diperkirakan masih akan bergerak pada rentang 6.000 – 6.130.
Pemulihan ekonomi yang berjalan lebih lambat mengakibatkan proyeksi PDB Indonesia tahun 2021 dipangkas menjadi 4,1% – 5,1%.
Pelaku pasar merespon negatif, spekulasi the Fed yang mulai melepas portofolio kecil obligasi korporasi, yang dibelinya selama pandemi Covid-19.
Dari bursa domestik, IHSG kembali dilanda aksi profit taking; yang ditandai dengan net sell asing sebesar Rp 435 miliar. Pelemahan dipimpin oleh sektor Keuangan dan Kesehatan yang sebelumnya sempat menopang kenaikan di awal pekan. Secara teknikal, IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada kisaran rentang 6.000 – 6.130.
Sentimen indikasi kebijakan hawkish the Fed pada tahun depan, masih mendominasi lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin.