BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi
Yield Surat Utang Negara (SUN) relatif turun akhir pekan, di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta penurunan yield UST.
Yield Surat Utang Negara (SUN) relatif turun akhir pekan, di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta penurunan yield UST.
Sepanjang pekan terakhir Juli, IHSG melemah 0,52% dengan penjualan bersih asing mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Pelaku pasar akan mencermati keputusan perpanjangan PPKM level 4 serta rilis data ekonomi bulanan seperti tingkat inflasi dan PMI Manufaktur. Secara teknikal, indeks acuan diproyeksikan masih akan bergerak pada rentang konsolidasi 6.000-6.160.
Memasuki bulan Agustus, pergerakan IHSG akan berpotensi digerakkan oleh beberapa rilis data ekonomi yang dijadwalkan pada pekan pertama. Investor akan mencermati dampak pengetatan PPKM terhadap tingkat inflasi serta PMI Manufaktur periode Juli 2021.
Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang lebih luas berpeluang ditunda, seiring ditemukannya varian Delta Plus di Indonesia.
Sejalan dengan mayoritas indeks global, IHSG berhasil ditutup di zona hijau meski belum mampu keluar dari rentang konsolidasi. Kenaikan tercatat pada 8 dari 11 sektor utama; di tengah optimisme akan semakin banyak dana asing yang masuk pasca the Fed mempertahankan suku bunga. Menjelang akhir pekan, IHSG berpeluang untuk melanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan di 6.000-6.166.
Dalam laporan terbaru, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara emerging market, khususnya ASEAN 5 (Indonesia, Malaysia, Philippines, Thailand, Vietnam) tahun 2021 sebesar 4,3%.
Dari bursa domestik, IHSG kembali melemah tipis 0,14%; di tengah net sell investor asing sebesar Rp 329 miliar. Hasil keputusan rapat the Federal Reserve serta perkembangan pandemi Covid-19 masih menjadi sentimen yang mempengaruhi pasar. Secara teknikal, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahan dengan rentang pergerakan di 6.000 – 6.166.
Hasil lelang Sukuk kemarin, mencatatkan penawaran masuk senilai total IDR 56,69 triliun.
Dari dalam negeri, IHSG kembali melanjutkan fase sideways pasca melemah tipis 0,15%; dengan 7 dari 11 sektor mengalami penurunan. Pasar masih mencermati perkembangan pandemi Covid-19; dimana Indonesia mencatat rekor tertinggi pada tingkat kesembuhan dan kematian. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung tertekan dengan rentang pergerakan di 6.000 – 6.166.