Sikap Dovish the Fed Dorong Lelang Sukuk
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, mencatatkan penawaran masuk senilai IDR 56,6 triliun.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, mencatatkan penawaran masuk senilai IDR 56,6 triliun.
Dari dalam negeri, IHSG kembali terkoreksi dengan pelemahan dipimpin oleh Sektor Teknologi dan Industri. Pelaku pasar terlihat mulai melakukan aksi profit taking setelah penguatan yang terjadi pekan lalu. Untuk hari ini, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penurunan dengan level rentang pergerakan di 6.050 – 6.169.
Dalam perdagangan awal pekan, pasar Surat Utang Negara (SUN) bergerak mixed. Pelaku pasar akan merespon data non-farm payrolls Amerika Serikat (AS) bulan Agustus, yang hanya bertambah sebanyak 235 ribu. Angka ini jauh dibawah ekspektasi pasar sebanyak 733 ribu.
IHSG mengawali pekan secara stagnan menjelang perpanjangan kembali PPKM hingga 13 September 2021. Bank Indonesia akan merilis posisi Cadangan Devisa periode Agustus yang berpeluang meningkat hingga USD 139 miliar. Adapun pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguat dengan proyeksi rentang pada level 6.100 – 6.169.
Pergerakan yield Surat Utang Negara (SUN) akhir pekan, relatif mengikuti yield UST yang naik ke level 1,29%.
Memasuki minggu kedua September, terdapat beberapa rilis data yang berpotensi mempengaruhi pergerakan bursa saham.
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat sebesar 1,42% dengan net buy asing mencapai Rp 1,27 triliun. Investor akan mencermati keputusan pemerintah
terhadap kelanjutan kebijakan PPKM serta perkembangan varian baru Covid-19. Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 6.080-6.169.
Surat Utang Negara (SUN) benchmark 20-tahun ini, catatkan kenaikan yield 3 bps ke level 6,83% berdasarkan data Bloomberg.
Dari bursa domestik, IHSG melanjutkan koreksi untuk hari kedua; dengan investor asing membukukan net sell sebesar Rp 91 miliar. Investor masih cenderung wait and see di tengah minimnya katalis positif di awal September. Menjelang akhir pekan, pergerakan IHSG memiliki peluang untuk rebound secara teknikal dengan proyeksi pergerakan di 6.000 – 6.169.