Daily Report | 20 May 2022
Depresiasi rupiah ini, jelang RDG BI pekan depan, diproyeksikan tetap menahan BI 7DRRR periode Mei di level 3,50%. NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak upward dalam kisaran 6.700-6.900.
Depresiasi rupiah ini, jelang RDG BI pekan depan, diproyeksikan tetap menahan BI 7DRRR periode Mei di level 3,50%. NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak upward dalam kisaran 6.700-6.900.
Surplus ini, dapat meningkatkan Cadev April yang sempat turun menjadi USD 135,7 miliar. Adapun, surplus April ini melampaui ekspektasi pasar +USD 4 miliar, dan bulan Maret +USD 4,5 miliar.
Pergerakan IHSG ini, ditengah depresiasi rupiah yang mendekati level psikologis IDR 14.700. NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak upward dengan kisaran 6.700-6.900.
Berdasarkan data DJPPR, total penawaran masuk lelang SBSN senilai IDR 17 triliun, atau lebih tinggi dibanding lelang SBSN sebelumnya IDR 7,5 triliun.
IHSG ditutup menguat 0,7% ke level 6.644, seiring sentimen positif surplus neraca dagang April senilai USD 7,5 miliar.
Akhir pekan, SUN benchmark ditutup mixed, dengan yield FR0091 relatif flat di level 7,36%.
Investor menantikan rilis data trade balance April yang diproyeksikan surplus +USD 4,2 miliar (Vs. Mar. +USD 4,5 miliar), lebih rendah 6,5% MoM. Dalam perdagangan empat hari bursa ini, NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak dalam kisaran 6.500-6.900.
Investor menantikan rilis data neraca perdagangan, ekspor, serta impor April, dan IHSG kami proyeksikan bergerak upward dengan rentang kisaran 6.500 hingga 6.700.
Sentimen positif penjualan ritel Maret, membuat NHKSI Research melihat adanya potensi rebound IHSG, diproyeksikan bergerak dalam kisaran 6.500-6.700.